kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Makin dilirik, panas bumi berpotensi jadi backbone energi nasional


Kamis, 29 Juli 2021 / 20:04 WIB
Makin dilirik, panas bumi berpotensi jadi backbone energi nasional
ILUSTRASI. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Panas bumi dinilai berpotensi menjadi tulang punggung dalam transisi energi ke depannya. Selain potensinya yang terhitung besar, kehadiran regulasi dan insentif dinilai dapat mendorong pemanfaatan panas bumi.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan Indonesia tergolong lebih agresif dibanding negara lain untuk pengembangan panas bumi.

Saat ini kapasitas PLTP nasional mencapai 2.175 MW dan baru ada tambahan dari PLTP Sorik Marapi. Kendati demikian, diakui upaya pengembangan juga dihadapkan sejumlah tantangan seperti lingkungan dan status kawasan hutan. 

"Tantangan sampai kapanpun akan ada, dinamika masyarakat juga semakin kuat, tapi dengan sinergi berbagai pihak dapat dikelola dengan baik tantangan tersebut," kata Dadan dalam diskusi Urgensi Transisi Energi ke Panas Bumi yang digelar virtual, Kamis (29/7).

Pemerintah, lanjut dia, akan mendukung pengembangan panas bumi dengan berbagai insentif yang dimungkinkan. Tarif yang yang sekarang sedang disusun pemerintah, khususnya dalam bentuk Peraturan Presiden.

Baca Juga: Proyek eksisting masih jadi tulang punggung investasi panas bumi

“Kami pastikan balik modalnya cepat, tapi juga memaksimalkan kemampuan negara, sehingga angka tidak stay di angka yang tinggi. Sedang dipikir, saya ingin seperti yang di migas, ada komitmen untuk menambah cadangan,” ungkap Dadan.

Panas bumi dinilai banyak kemiripan dengan migas, sehingga cadangan semakin bertambah. Eksplorasi yang dilakukan pemerintah sedang berjalan, di Nage dan Cisolok. Ini diharapkan bisa memberikan penyesuaian dari sisi harga.

“Harga panas bumi, saat ini sedang saya lunakan. Saya akan dorong panas bumi yang layak secara keekonomian-nya, sehingga bisa memanfaatkan panas bumi itu sebagai baseload. Keekonomian nya win win dari sisi konsumen dan produsen,” katanya.  




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×