kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Marak demonstrasi mahasiswa membuat peritel semakin rugi


Selasa, 01 Oktober 2019 / 17:17 WIB
Marak demonstrasi mahasiswa membuat peritel semakin rugi
ILUSTRASI. Belanja pakaian

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi demonstrasi yang dilakukan Mahasiswa di beberapa kota turut menjadi perhatian para peritel, pasalnya aksi unjuk rasa itu berimbas pada traffic pengunjung dan penjualan perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor ritel.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut beberapa gerai ritel terdampak atas aksi tersebut, khususnya di Jakarta yang berimbas pada kerusuhan.

Tutum Rahanta, Wakil Ketua Umum Aprindo menyebut pelanggan menghindari gerai-gerai ritel dan pusat perbelanjaan yang dekat dengan titik area demonstrasi. Imbasnya selain kinerjanya tertekan, pengunjung yang sudah terlanjut datang juga terjebak dan tak bisa lantas pulang, kondisi ini merugikan bagi peritel yang tengah mengalami low season.

“Pusat perbelanjaan tetap buka, tetapi minimarket yang di jalanan langsung itu bisa tutup gerai. Mereka lihat perkembangan kalau tidak terganggu sebenarnya malah ramai karena pendemo butuh makan dan minum, tetapi juga takut potensi rusuhnya,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (1/10).

Baca Juga: Ekonomi dunia melambat, risiko gagal bayar utang korporasi Asia Pasifik meningkat

Ia menyebut dampak yang paling besar menimpa peritel makanan siap saji karena penjualannya akan terganggu, sedangkan untuk segmen lain seperti fesyen dan lainnya kendati terganggu namun stok bisa dijual kembali hari berikutnya. Hanya saja, sejauh ini dirinya belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang menimpa peritel akibat aksi mahasiswa tersebut.

Kekisruhan yang saat ini terjadi juga akan mengganggu iklim investasi yang akan masuk ke Indonesia yang ujungnya akan mempengaruhi kinerja ritel. Oleh karena itu, dirinya berharap demonstrasi tersebut tidak berlanjut karena imbasnya tidak hanya pada sektor ritel melainkan juga kondisi ekonomi Indonesia.

“Kalau kayak begini terus tidak mungkin ada investasi masuk, kalau tidak masuk tidak ada kerjaan, nanti tidak ada yang mau belanja. Dampak ke ritel kan kami hanya menunggu situasi membaik sehingga bisa berjualan dengan tenang,” lanjutnya.

Baca Juga: Ekonomi digital dan pentingnya keterampilan online

Stefanus Ridwan, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) juga mengatakan demonstrasi ini berefek pada operasional mallnya. Beberapa malll yang terdampak demonstrasi terpaksa menutup operasinya lebih awal demi keamanan karyawan maupun pelanggan.

Hal ini juga memberikan efek yang signifikan terhadap pendapatan tenant mall, hanya saja dirinya belum bisa memperkirakan berapa kerugian yang terjadi.




TERBARU

Close [X]
×