kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 18.004   41,00   0,23%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Masih efek Lebaran, harga pangan Jakarta relatif tinggi


Minggu, 01 Juli 2018 / 22:09 WIB
ILUSTRASI. Pasar tradisional


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Pedagang Pasari Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri menyampaikan bahwa kenaikan harga tersebut memang sesuai tren pasca lebaran dimana stok pasar masih limbung karena habis-habisan selama bulan suci dan perayaan.

"Sudah bergulir sampai Juli, kemungkinan minggu depan atau dua minggu lagi harga baru bisa stabil," kata Abdullah.

Abdullah melanjutkan, kenaikan harga komoditas ayam utamanya karena peternak mengalami kekurangan stok yang direspon dengan kondisi langka dan harga tinggi. Sedangkan untuk harga daging sapi menurutnya telah mencapai angka aman.

Sedangkan untuk komoditas bumbu-bumbuan, masa lebaran yang mana menyebabkan masyarakat habis-habisan berbelanja produk bumbu dapur seperti bawang-bawang dan cabai juga menyebabkan pasokan menipis.

Apalagi untuk produk bawang merah kini mendaki ke kisaran Rp 40.000 per kg karena mendapat terpaan berita bawang bombai impor illegal yang disadur menjadi bawang merah.

Untungnya harga bawang putih relatif stabil karena komoditas ini disuplai secara impor dan pasokan negara-negara asal di China, Vietnam dan Thailand berada dalam jumlah banyak dan harga kecil.

"Produksi nasional bawang putih kita kecil hanya 10% dan pasokan ekspor dari asing masih banyak maka harga aman," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×