kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

Masuk Afrika Selatan, kopi kena bea masuk 20%-30%


Senin, 30 April 2012 / 14:42 WIB
ILUSTRASI. Pemulung mengumpulkan barang-barang plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/1). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Handoyo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Produk kopi Indonesia yang masuk ke Afrika Selatan dikenai bea masuk sebesar 20% hingga 30%. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, pengenaan bea masuk itu untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja Afrika Selatan. Sebab, tingkat pengangguran Afrika Selatan mencapai 27%.

Untuk menghindari bea masuk itu, Gusmardi berharap eksportir kopi Indonesia bekerjasama dengan produsen setempat. Dia mengatakan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti dalam bentuk pengemasan dan campuran.

Gusmardi yakin pengenaan bea masuk itu tidak akan berdampak pada kinerja ekspor kopi Indonesia. Pasalnya, produk kopi Indonesia masih sangat dibutuhkan sebagai campuran.

Ketua Bidang Industri dan Spesialti Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto yang juga Direktur Operasional PT Excelso Multi Rasa mengatakan, penerapan bea masuk di Afrika Selatan sudah dilakukan sejak lama. "Meski demikian untuk tahap awal kita harus lalui," kata Pranoto.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×