kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Medco uji coba EOR di Lapangan Kaji Semoga


Rabu, 09 Januari 2013 / 09:00 WIB
Medco uji coba EOR di Lapangan Kaji Semoga
ILUSTRASI. Contoh interior rumah dengan perpaduan warna komplementer biru dan oranye. Foto: Instagram @colordrunk_designs


Reporter: Muhammad Yazid | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Medco E&P Indonesia mulai menguji coba pilot project teknologi enhanced oil recovery (EOR) pada beberapa sumur di Lapangan Kaji Semoga, Blok Rimau, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Penggunaan teknologi itu untuk menahan laju penurunan produksi.

Juru Bicara Medco E&P, Joang Laksanto menjelaskan, pilot project sudah dilakukan sejak akhir Desember 2012. "Jika berhasil, teknologi ini akan diterapkan di semua sumur dalam blok tersebut," ungkapnya, Senin (7/1).

Joang mengklaim, pihaknya merupakan salah satu pioner yang mengaplikasikan teknologi EOR menggunakan bahan kimia. Alhasil, dia optimistis, bisa meningkatkan jumlah sedotan minyak dari perut bumi (recovery factor) pada sejumlah sumur-sumur minyak yang sudah sulit disedot dengan cara-cara normal.

Dus, penggunaan teknologi EOR ini diharapkan  bisa mempertahankan volume produksi minyak di lapangan Kaji Semoga. Jika, pilot project teknologi EOR ini berhasil, dan diterapkan pada semua sumur di Lapangan Kaji Semoga.

Dengan penerapan EOR ini, Medco E&P berharap mampu meningkatkan recovery factor hingga 20%. Dengan peningkatan itu, bisa mengimbangi besaran laju penurunan produksi minyak pada sumur-sumur tua yang mencapai 10% hingga 20%. "Kami memperkirakan akan menghasilkan tambahan perolehan minyak bumi sebesar 60 juta barel dari Blok Rimau," kata Joang.

Asal tahu saja, Blok Rimau mulai diproduksikan pada 1996. Dari waktu ke waktu, produksinya kian surut hingga saat ini hanya menghasilkan 16.000 barel per hari (bph). Padahal, blok tersebut pernah menghasilkan 80.000 bph. Nah, untuk menahan laju penurunan produksi perusahaan besutan Arifin Panogoro ini mulai menerapkan teknologi EOR sejak 2005.

Menurut Joang, jangka waktu pilot project di Lapangan Kaji Semoga diproyeksikan selama 15 bulan atau hingga bisa dimanfaatkan untuk memproduksi minyak. Selain perlu waktu yang lama, teknologi itu juga membutuhkan investasi yang besar.

Sayang, dia tidak menyebut besaran investasi untuk pengembangan sumur minyak tersebut. Namun, sebagai catatan, pada tahun ini, Medco E&P berencana mengeluarkan investasi sekitar US$ 300 juta. Saat ini, total produksi Medco E&P dari seluruh lapangan migasnya pada 2012 mencapai 65.000 bph.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×