kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Malindo (MAIN) Ekspansi Pabrik & Peternakan di Lampung, Siapkan Capex Rp 800 Miliar


Senin, 25 Mei 2026 / 15:24 WIB
Malindo (MAIN) Ekspansi Pabrik & Peternakan di Lampung, Siapkan Capex Rp 800 Miliar
ILUSTRASI. Day Old Chicken (DOC) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perunggasan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) melanjutkan ekspansi di tengah kondisi global dan domestik yang menantang.

Direktur Malindo Feedmill, Rudi Hartono Husin mengatakan, tahun ini pihaknya akan berfokus ekspansi pabrik pakan (feedmill) dengan membangun satu pabrik di Lampung. MAIN menargetkan pembangunan pabrik dapat selesai pada kuartal ketiga tahun ini.

“Selain itu, kami juga akan membangun peternakan baik breeding maupun ayam broiler,” ujarnya dalam paparan publik virtual, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Harga Gas Naik Lebih dari 60%, Industri Keramik Masuk Mode Darurat

Untuk sejumlah langkah ini, Malindo Feedmill menyiapkan belanja modal atau ​capital expenditure (capex) sebanyak Rp 700 miliar hingga Rp 800 miliar tahun ini.

MAIN juga masih optimistis dengan prospek industri seiring program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi angin segar bagi perusahaan.

Direktur Malindo Feedmill Rewin Hanrahan mengungkapkan, program pemerintah tersebut sangat membantu para peternak.

“Sehingga harga-harga poultry bisa cukup stabil karena antara supply dan demand cukup match, cukup balance,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Meskipun begitu, MAIN belum dapat membeberkan target pertumbuhan kinerja tahun ini. Pasalnya, perusahaan masih mencermati tantangan saat ini baik dari global maupun domestik.

Nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah membuat harga bahan baku pakan impor seperti jagung bungkil kedelai (soybean meal) jadi meningkat.

Baca Juga: Medela Potentia (MDLA) Gandeng Hisamitsu Perkuat Ekspansi di Kamboja

“Peningkatan harga bahan baku akibat dari melemahnya rupiah terhadap dolar itu memang terjadi. Kami akan selalu mengikut harga di pasar sambil menerapkan inovasi untuk meminimalkan dampaknya,” ujar Rewin.

Tak hanya itu, MAIN juga tetap fokus mengoptimalkan efisiensi, salah satunya dengan melanjutkan pembangunan panel surya (solar panel) untuk meningkatkan efisiensi energi.

"Kami-sudah melakukan konversi beberapa energi yang kita gunakan adalah solar cell. Efisiensi lainnya kami juga melakukan optimalisasi di beberapa unit operasional kita," lanjutnya.

Pada kuartal I-2026, penjualan MAIN naik 16,61% year on year (yoy) menjadi Rp 3,69 triliun. Sementara itu, laba bersih juga naik signifikan dari Rp 62,89 miliar menjadi Rp 123,27 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×