kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Pertamina Hulu Energi (PHE) Produksi 1,03 Juta BOEPD, Kuasai 65% Lifting Minyak RI


Senin, 25 Mei 2026 / 15:30 WIB
Pertamina Hulu Energi (PHE) Produksi 1,03 Juta BOEPD, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
ILUSTRASI. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) (DOK/PHE)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menorehkan total produksi migas gabungan dari blok domestik maupun internasional mencapai 1.032.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/BOEPD) di tahun 2025. 

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi menjelaskan realisasi tersebut ditopang oleh kontribusi produksi yang moncer di dalam negeri.

"Saat ini untuk WK di dalam negeri, kita mengelola 27% dari WK operator migas di Indonesia," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Malindo (MAIN) Ekspansi Pabrik & Peternakan di Lampung, Siapkan Capex Rp 800 Miliar

Awang menyebutkan kontribusi lifting perusahaan di tahun 2025 memegang porsi mayoritas secara nasional, baik untuk komoditas minyak maupun komoditas gas bumi domestik.

"Saat ini Alhamdulillah kita berkontribusi untuk minyak yang domestik untuk produksi nasional, kita berkontribusi sebesar 65% dari total lifting minyak domestik. Sedangkan untuk gas kita berkontribusi 35% lifting gas domestik untuk performance atau data di tahun 2025," terangnya.

Secara rinci, Awang menjabarkan, performa produksi minyak PHE bersumber dari blok domestik maupun internasional perusahaan. Sepanjang tahun 2025, PHE mencatatkan total produksi minyak bumi harian gabungan yang menembus lebih dari setengah juta barel per harinya.

"Di tahun 2025 untuk minyak kita berkontribusi sebesar 396 barel oil per day (BOPD) dengan internasional sebesar 160.000 bopd dengan total produksi minyak kita mencapai 556.000 bopd," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk kinerja dari sektor gas bumi juga mencatatkan volume yang tidak kalah besar. 

"Sedangkan untuk gas domestik memproduksi 2.451 mmscfd sedangkan internasional memproduksikan 306 mmscfd dengan total sebesar 2.757 mmscfd," imbuhnya.

Baca Juga: Harga Gas Naik Lebih dari 60%, Industri Keramik Masuk Mode Darurat

Awang menuturkan, jika seluruh volume produksi gas tersebut dikonversikan ke dalam satuan barel setara minyak, maka akumulasi produksi perusahaan mencapai lebih dari 1 juta barel.

"Jika produksi gas itu di convert diequivalen kan dengan minyak atau dalam satuan barel oil equivalent per day maka di tahun 2025 produksi SHU group baik yang domestik maupun internasional mencapai 1.032.000 barel oil equivalent per day," tuturnya.

Di sisi lain, Awang menyadari bahwa operasional industri hulu migas selalu dibayangi oleh penurunan laju produksi secara alamiah. Dia mengungkapkan tantangan yang dihadapi oleh perseroan demi menjaga kesinambungan pasokan energi di tanah air setiap tahunnya.

"Perlu kami pahami bahwa untuk bisnis migas kita harus melawan atau tantangan natural decline di mana rata-rata natural decline kami untuk minyak adalah 24% sedangkan gas 21%," papar Awang terkait kondisi lapangan migas yang dikelola perusahaan.

Menurutnya, angka penurunan tersebut akan mengoreksi tingkat produksi perusahaan apabila manajemen tidak mengambil langkah taktis. Tanpa adanya investasi berkelanjutan dan kegiatan agresif di lapangan, volume lifting migas dipastikan bakal merosot tajam secara alamiah.

Baca Juga: Medela Potentia (MDLA) Gandeng Hisamitsu Perkuat Ekspansi di Kamboja

"Ini artinya, jika kami tidak melakukan apa-apa istilahnya tidak ada effort untuk melawan decline, maka produksi kita secara natural setiap tahun untuk minyak akan turun 24% sedangkan untuk gas akan turun 21%," jelasnya.

Guna menahan laju penurunan alamiah tersebut, telah menjalankan strategi lewat kegiatan pemboran dan perawatan sumur eksisting. Menurutnya, strategi ini terbukti ampuh mempertahankan keandalan fasilitas operasi dan menjaga tingkat produksi tetap optimal sepanjang tahun lalu.

"Untuk menahan decline tersebut tentunya kita banyak melakukan beberapa pekerjaan di antaranya, melakukan pemboran pengembangan atau eksploitasi hampir 900 sumur dengan workover hampir 1.300 aktivitas dengan well intervention sebesar lebih dari 37.000," tandasnya.

Di samping itu, Awang menambahkan, langkah ekspansi PHE juga membuahkan hasil positif melalui kepemilikan beberapa Blok Migas atau Wilayah Kerja (WK) eksplorasi baru.

"Alhamdulillah dari periode 2022-2025 kita banyak mendapatkan WK baru, ini WK eksplorasi. di antaranya di Binaya (Maluku), Lavender (Sulawesi Tenggara) dan Bobara (Papua)," katanya.

Menurutnya, kehadiran blok eksplorasi baru ini diproyeksikan menjadi cadangan masa depan demi menjaga ketahanan energi jangka panjang. Pihaknya optimis kegiatan pencarian cadangan baru di wilayah ini akan memberikan dampak positif yang masif bagi korporasi kedepannya.

"Tentunya ini akan menjadi nafas kita ke depan, apabila kita melakukan eksporasi di sini dan memberikan hasil yang cukup signifikan," katanya.

Lebih lanjut, Awang menambahkan, PHE juga mencatatkan kinerja positif di segmen minyak non-konvensional yang berlokasi di wilayah Riau. Penemuan cadangan baru dalam jumlah jumbo ini menjadi tonggak penting bagi diversifikasi sumber daya migas nasional.

Baca Juga: Summarecon Crown Gading Luncurkan Emerald Commercial, Harga Rp 1,7 Miliar

"Alhamdulillah kita juga berhasil melakukan ekslporasi di minyak unconventional di Riau dengan temuan 2C sekitar 1 billion oil equivalent," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×