Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten perunggasan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) melanjutkan ekspansi di tengah kondisi global dan domestik yang menantang.
Direktur Malindo Feedmill, Rudi Hartono Husin mengatakan, tahun ini pihaknya akan berfokus ekspansi pabrik pakan (feedmill) dengan membangun satu pabrik di Lampung. MAIN menargetkan pembangunan pabrik dapat selesai pada kuartal ketiga tahun ini.
“Selain itu, kami juga akan membangun peternakan baik breeding maupun ayam broiler,” ujarnya dalam paparan publik virtual, Senin (25/5).
Untuk sejumlah langkah ini, Malindo Feedmill menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebanyak Rp 700 miliar hingga Rp 800 miliar tahun ini.
Baca Juga: Malindo (MAIN) Ekspansi Pabrik & Peternakan di Lampung, Siapkan Capex Rp 800 Miliar
MAIN juga masih optimistis dengan prospek industri seiring program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi angin segar bagi perusahaan.
Direktur Malindo Feedmill, Rewin Hanrahan mengungkapkan, program pemerintah tersebut sangat membantu para peternak.
“Sehingga harga-harga poultry bisa cukup stabil karena antara supply dan demand cukup match, cukup balance,” katanya dalam kesempatan yang sama.
Meskipun begitu, MAIN belum dapat membeberkan target pertumbuhan kinerja tahun ini. Pasalnya, perusahaan masih mencermati tantangan saat ini baik dari global maupun domestik.
Nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah membuat harga bahan baku pakan impor seperti jagung bungkil kedelai (soybean meal) jadi meningkat.
Baca Juga: Sokong MBG, PPSKI Dukung Suntikan Dana Rp 4,8 Triliun ke Sektor Peternakan Sapi
“Peningkatan harga bahan baku akibat dari melemahnya rupiah terhadap dolar itu memang terjadi. Kami akan selalu mengikut harga di pasar sambil menerapkan inovasi untuk meminimalkan dampaknya,” ujar Rewin.
Tak hanya itu, MAIN juga tetap fokus mengoptimalkan efisiensi, salah satunya dengan melanjutkan pembangunan panel surya (solar panel) untuk meningkatkan efisiensi energi.
Asal tahu saja, pada kuartal I-2026, penjualan MAIN naik 16,61% year on year (yoy) menjadi Rp 3,69 triliun. Sementara itu, laba bersih juga naik signifikan dari Rp 62,89 miliar menjadi Rp 123,27 miliar.
Baca Juga: Industri Pengolahan Susu Soroti Tantangan Hilirisasi Peternakan Sapi Perah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













