kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Menam Stainless berniat bangun pabrik di Indonesia


Jumat, 22 Juni 2012 / 08:52 WIB
Menam Stainless berniat bangun pabrik di Indonesia
ILUSTRASI. Bridgestone;Sumber foto : bridgestone.com


Reporter: Asnil Bambani Amri, Bangkok Post | Editor: Asnil Amri

BANGKOK. Menam Stainless Wire CO, produsen baja asal Thailand berniat berinvestasi di Indonesia dan membenamkan modal senilai 400 juta baht. Rungrat Siriratanapanich, managing direktur Menam Stainless Wire mengatakan, perusahaan saat ini mencari mitra dari Jepang untuk merealisasikan rencana tersebut.

Rencana berinvestasi di Indonesia tersebut disampaikan Rungrat dalam acara Manufaktur Expo 2012 yang berlangsung di Bangkok. Ia bilang, perusahaannya berniat membangun pabrik baja untuk memenuhi permintaan baja untuk sektor otomotif di Indonesia.

Selain untuk kebutuhan sektor baja, perusahaannya juga memproduksi aneka produk baja untuk keperluan lainnya. "Permintaan sepeda motor di Indonesia meningkat tajam menjadi rata-rata 9 juta unit per tahun, tahun ini total permintaan sepeda motor bisa melampaui 10 juta unit," terang Rungrat.

Rrencana investasi tersebut itu sejalan dengan strategi perusahaan yang akan mengubah fokus bisnis dari sektor baja untuk elektronik ke baja untuk sektor otomotif. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan mengalihkan produksi dari perlengkapan baja elektronik menjadi perlengkapan baja otomotif.

Saat ini, setengah penjualan perusahaan berasal dari sektor otomotif. "Kami telah mengalokasikan banyak uang untuk penelitian dan pengembangan dalam stainless steel untuk sektor otomotif," ungkap Rungrat.

Saat ini, kapasitas produksi Menam Stainless Wire sudah mencapai 70% dari total kapasitas produksi sebesar 12.000 ton per tahun. Perusahaan mengharapkan, penjualan baja masih tumbuh 15% tahun ini dari realisasi tahun lalu sebesar 1 miliar baht. Pertumbuhan penjualan diyakini bisa terjadi walaupun ada krisis ekonomi di Eropa.

Dari seluruh total produksi, perusahaan mengekspor 40% dari penjualan, sisanya untuk dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×