kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Mendag Lepas Ekspor Rumput Laut Senilai Rp 1,7 Miliar ke Tiongkok


Kamis, 05 Maret 2026 / 20:16 WIB
Mendag Lepas Ekspor Rumput Laut Senilai Rp 1,7 Miliar ke Tiongkok
ILUSTRASI. Mendag Lepas Ekspor Rumput Laut Senilai Rp 1,7 Miliar ke Tiongkok (Dok/Kemendag)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso  melepas ekspor 75 ton rumput laut jenis Eucheuma cottonii senilai US$ 100.215, atau setara Rp 1,7 miliar ke Tiongkok dari Gudang SRG PT Asia Sejahtera Mina (AsiaMina) di Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (4/3/2026).

Untuk diketahui, Gudang SRG AsiaMina merupakan satu dari tujuh gudang yang dikelola oleh Pengelola Gudang PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO). Perusahaan ini merupakan salah satu pengelola gudang SRG komoditas rumput laut yang aktif mengimplementasikan SRG. Gudang SRG AsiaMina rutin mengekspor rumput laut ke Tiongkok dan Spanyol.

Budi mengatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperluas akses pasar internasional melalui sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pembiayaan, pengelola gudang SRG, dan eksportir.

Selain itu, ke depan, SRG akan terintegrasi dengan program Desa BISA Ekspor (DBE) yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk petani.

Baca Juga: Kemendag: Nilai Ekspor Indonesia Naik pada Januari 2026, Surplus US$ 0,95 Miliar

“Kemendag memberikan dukungan yang dapat dimanfaatkan pengelola SRG, koperasi, dan petani untuk memperkuat daya saing produk di tingkat produsen melalui program DBE," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, Budi bilang, akses pasar komoditas yang disimpan dalam gudang SRG juga diperluas melalui kegiatan pitching dan penjajakan bisnis (business matching) yang difasilitasi Atase Perdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara.

Ia menambahkan, melalui DBE, produk unggulan seperti rumput laut yang diproduksi para petani atau nelayan di berbagai desa dapat disimpan di gudang SRG dan dijual ketika harga pasar menguntungkan.

Menurut Budi, program DBE bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekspor di desa melalui enam pilar strategi, di antaranya penguatan sumber daya manusia ekspor, pengembangan produk, produktivitas dan teknologi, logistik, pembiayaan, serta promosi dan akses pasar.

Baca Juga: Tarif Nol Persen Tak Otomatis Dongkrak Ekspor, Apindo Soroti PR Domestik

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya menambahkan, nilai ekspor rumput laut Indonesia ke dunia pada 2025 mencapai US$ 317,55 juta.

Negara tujuan utama meliputi Tiongkok, Amerika Serikat, Spanyol, Jepang dan Belanda.

Menurut Tirta, SRG memiliki peran yang strategis dalam mendukung ekspor komoditas unggulan di berbagai wilayah Indonesia.

"Selain itu, pengelola gudang SRG memiliki peluang untuk meningkatkan kompetensi dan komunikasi, sehingga mampu memperluas akses pasar ekspor bagi produk yang mereka kelola,” ujar Tirta.

Baca Juga: Ekspor Kelapa Bulat Melonjak, Intervensi Harga Masih Terbatas Jelang Ramadan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×