Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) selama periode Ramadan–Idulfitri 2026 menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, hal ini tercermin dari harga yang secara umum lebih rendah pada Maret 2026 jika dibandingkan dengan Maret 2025. Budi juga mengklaim pergerakan harga harian di periode Ramadan–Lebaran menunjukkan dinamika yang relatif normal.
“Dibandingkan periode Ramadan-Idulfitri tahun lalu, harga bapok periode tahun ini cenderung turun, antara lain, untuk beras, gula pasir, Minyakita, bawang merah, cabai, dan bawang putih. Kenaikan harga terjadi bertahap menjelang Idulfitri, kemudian ada normalisasi setelahnya tanpa gejolak harga signifikan,” katanya di kantor Staf Kepresidenan, dikutip dari keterangan resmi, pada Rabu (1/4/2026).
Baca Juga: Program Diskon Ramadan Kemendag Lampaui Target, Transaksi Tembus Rp 129 Triliun
Budi merinci, secara tahunan atau year-on-year (yoy), harga nasional beras medium pada Maret 2026 berada di harga Rp 13.681/kg atau turun 0,19% dibanding Maret 2025 yang sebesar Rp 13.707/kg.
Kemudian, beras premium pada Maret 2026 menjadi Rp 15.340/kg atau turun 0,23% dari Rp 15.376/kg.
Selain itu, gula pasir curah terpantau di Rp 17.956/kg atau turun tipis 0,98% yoy, Minyakita di level Rp 15.890 per liter atau turun 7,89% yoy, bawang merah Rp 40.450/kg atau turun 5,16% yoy, cabai merah keriting Rp 40.943/kg alias turun 16,27% yoy, cabai rawit merah Rp 77.589/kg atau turun 7,46% yoy, sedangkan bawang putih honan turun 15,04% yoy ke level Rp 36.416/kg.
“Dengan kondisi harga yang lebih stabil serta dukungan kebijakan pengendalian yang efektif, pemerintah optimis bahwa inflasi pada Maret 2026 akan tetap terjaga dalam kisaran yang lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh Budi.
Baca Juga: Pendapatan dan Laba Bersih Itama Ranoraya (IRRA) Kompak Tumbuh Dua Digit pada 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













