kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Meneg BUMN jajaki tenaga surya untuk listrik bandara


Jumat, 22 Oktober 2010 / 21:02 WIB
ILUSTRASI. Logo PT Adaro Energy Tbk


Reporter: Hans Henricus | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menjajaki penggunaan tenaga surya untuk memasok listrik untuk lampu-lampu bandara. Menteri BUMN Mustafa Abubakar sudah meminta PT Angkasa Pura sebagai BUMN pengelola bandara untuk mengkaji hal itu.

Nantinya, pengembangan listrik tenaga surya bisa melibatkan pihak swasta atau Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengembangkan listrik tenaga surya. "Saya minta mereka pikirkan itu, apakah perlu tender, kalau tidak, PLN juga siap," kata Mustafa usai pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jumat (22/10).

Mustafa berharap ada pihak swasta yang menawarkan diri terlibat mengembangkan listrik tenaga surya itu. "Mudah-mudahan ada, siapa yang sanggup menyediakan lampu di bandara dengan menggunakan energi sinar matahari," kata mantan Direktur Utama Bulog itu.

Dengan memakai listrik tenaga surya, maka penerangan bandara tidak sepenuhnya harus tergantung pada pasokan listrik dari PLN. Cuma, Mustafa belum bisa memastikan berapa daya listrik yang dibutuhkan untuk setiap bandara. Yang jelas, kata Mustafa, sampai hari seluruh bandara mengandalkan pasokan listrik dari PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×