Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.575
  • SUN95,67 0,00%
  • EMAS655.000 -0,15%

Menperin menyebut industri manufaktur tumbuh tahun depan

Selasa, 04 Desember 2018 / 20:08 WIB

Menperin menyebut industri manufaktur tumbuh tahun depan
ILUSTRASI. Manufaktur otomotif

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto merasa yakin bahwa kinerja industri manufaktur tetap tumbuh positif hingga akhir tahun 2018. Hal ini seiring dengan adanya peningkatan produktivitas dan ekspor pada sejumlah sektor strategis.

“Misalnya di industri otomotif, pertumbuhannya masih cukup bagus baik dari segi konsumsi domestik maupun ekspor,” jelas Airlangga dalam keterangan pers, Selasa (4/12).

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tiga sektor manufaktur yang mampu melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,15% di triwulan III-2018, yakni industri tekstil dan pakaian yang tumbuh mencapai 10,17%, industri makanan dan minuman berada di level 8,10%, serta industri alat angkutan tembus 5,37%.

Pada periode yang sama, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) nasional dengan porsi mencapai 19,66%. “Sektor manufaktur kita termasuk yang memberikan nilai tambah cukup tinggi di tingkat global. Menurut laporan World Bank, value added manufacture kita berada di peringkat ke-4 dunia,” ungkap Menperin.

Sementara itu, menurut survei Nikkei dan IHS Markit, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada November 2018 sebesar 50,4. Angka di atas 50 masih menunjukkan level ekspansif. Di tingkat ASEAN, PMI Manufaktur Indonesia menduduki peringkat ke-4 melampaui capaian Thailand (49,8), Malaysia (48,2), dan Singapura (47,4).

Oleh karena itu, pemerintah fokus mendorong industrialisasi di sektor manufaktur dan terus menggenjot program hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri.“Bapak Presiden telah meminta kepada pelaku usaha melakukan industrialisasi dan hilirisasi untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan. Ekspor bahan mentah harus dikurangi secara bertahap,” ujarnya.

Selain dongkrak nilai tambah, hilirisasi industri juga memacu penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara dari ekspor. “Tidak ada satu negara maju di dunia yang tanpa melalui industrialisasi,” imbuhnya.

Reporter: Eldo Christoffel Rafael
Editor: Azis Husaini

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.1214 || diagnostic_web = 0.4880

Close [X]
×