kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mentan Amran bakal bangunkan raksasa tidur di 2019


Kamis, 20 Desember 2018 / 16:55 WIB
Mentan Amran bakal bangunkan raksasa tidur di 2019
ILUSTRASI. Mentan sidak Beras di Cipinang


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan sudah mempunyai program strategis pada tahun 2019 mendatang. Terutama peningkatan sektor perkebunan.

“Program strategis 2019, bangunkan raksasa tidur (lahan rawa). Rawa 10 juta ha, akan kita sudah kerjakan dalam dua tahun,” kata Amran, Kamis (20/12).

Saat ini total lahan yang dimiliki Indonesia adalah 14 juta ha lahan rawa. Ia menyebutkan, program ini terus meningkat sejak digalakkan dua tahun lalu dan selanjutnya akan dilakukan optimalisasi lahan rawa sebanyak 500.000 ha untuk difokuskan pada komoditas pertanian atau persawahan.

Amran menjelaskan bahwa Kemtan sudah menemukan benih baru yang dapat tumbuh di area rawa. Hal ini yang kemudian nanti akan dikembangkan, ditambah lagi masalah pirit yang saat ini sudah di benahi dengan manajemen air yang baik. “Sudah berhasil tinggal kita perbesar skalanya,” ungkap Amran.

Untuk target peningkatan produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) Amran mengaku akan berfokus pada peningkatan produktivitas lahan rawa.

“Target pajale kita fokus pada rawa, ini raksasa tidur, targetnya adalah bagaimana meningkatkan planting indeks dan produktivitas,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Bambang. Bambang menyebutkan bahwa di tahun 2019 di sektor perkebunan akan meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan berbagai bentuk support dari pemerintah dalam sektor pertanian.

“Kita terutama masih terfokus pada ketersediaan benih untuk beberapa komoditas ekspor dimana prioritas anggaran 54% untuk benih,” jelas Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×