kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Menteri Pertanian akui pemanfaatan lahan rawa belum optimal


Jumat, 30 November 2018 / 18:25 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertanian bersama Dirut Bulog meninjau kestabilan harga beras


Reporter: | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai target optimalisasi lahan rawa belum maksimal dalam empat tahun terakhir. Lahan rawa ini akan digarap agar dapat ditanami padi

Adapun luas lahan rawa di Indonesia saat ini seluas 33,40 juta hektare. Luasannya mencakup lahan pasang surut dan rawa lebak. Dari jumlah itu, potensi lahan rawa untuk pertanian seluas 10,90 juta ha.

Untuk mengejar target ketinggalan, Amran berencana melakukan optimalisasi lahan rawa 500.000 ha. "Lahan rawa ini akan kita garap dengan baik. Sudah mulai dari tahun 2017," kata Amran, Jumat (30/11) di Kementerian Pertanian.

Lahan seluas itu akan digarap di enam provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan. Salah satu tantangan penggunaan lahan rawa adalah ketahanan benih padi. Namun, tetap berpengaruh untuk peningkatan produksi padi. 

Pemanfaatan lahan rawa merupakan uji coba pemerintah, setelah mengalami kegagalan pemanfaatan 1 juta ha lahan gambut. Pemerintah mengklaim telah melakukan kajian lebih komprehensif agar tak mengalami kegagalan seperti kasus gambut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×