kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Meski harga minyak tak stabil, AKR Corporindo (AKRA) yakin laba bisa naik 15%-20%


Kamis, 19 Maret 2020 / 19:31 WIB
Meski harga minyak tak stabil, AKR Corporindo (AKRA) yakin laba bisa naik 15%-20%
ILUSTRASI. AKR Corporindo. Meski harga minyak tak stabil, AKR Corporindo (AKRA) tetap yakin laba bisa naik 15%-20% di tahun 2020 ini.

Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tetap optimistis bisa menumbuhkan laba bersih ke level dua angka di tahun 2020. Kendati kondisi perekonomian sedang tertekan oleh efek gulir pandemi corona, AKRA tetap optimistis bisa mengejar pertumbuhan laba bersih di angka 15%-20% dibanding realisasi tahun lalu.

Artinya, laba bersih yang dibidik AKRA di tahun 2020 ini bisa tembus lebih dari Rp 800 miliar. Mengutip laporan keuangan AKRA tahun 2019, distributor Bahan Bakar Minyak (BBM), bahan kimia dasar dan penyedia layanan logistik & supply chain ini membukukan laba neto tahun berjalan di angka Rp 703,07 miliar.

Baca Juga: Produsen biofuel masih menghitung efek anjloknya harga minyak ke program B30

"Kita targetkan di tahun ini bisa naik 15%-20% di atas capaian 2019," kata Direktur AKRA Suresh Vembu saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (19/3).

Suresh mengungkapkan, pertumbuhan laba bersih tersebut akan ditopang oleh lini penjualan dan distribusi BBM yang ditarget naik 10%-15% dari realisasi tahun lalu yang sebesar 2,1 juta kiloliter (KL). Apalagi, pada tahun ini AKRA juga mendapatkan alokasi BBM bersubsidi sebanyak 234.000 KL yang sudah disalurkan sejak bulan Januari.

"Bisa tercapai hingga 15%. Volume tetap jalan karena BBM dan bahan kimia pasti butuh, itu menyangkut kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Kendati begitu, saat ini kondisi ekonomi sedang tertekan efek gulir corona yang juga telah menekan harga minyak mentah dunia hingga turun ke level US$ 20 - US$ 30 per barel. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga bergerak ke angka Rp 16.000.

Baca Juga: Stimulus bank sentral dunia jadi pengungkit harga minyak

Meski dihadapkan dengan kondisi tersebut, Suresh menyatakan bahwa AKRA belum berencana untuk mengubah target pertumbuhan laba bersih dan penjualan BBM. Ia mengklaim, hingga saat ini kinerja AKRA belum terganjal oleh pandemi global tersebut.

Sehingga, kinerja pada periode Kuartal I diproyeksikan masih dapat bertahan. "Saya lihat di Kuartal I-2020 ini juga volume masih oke. Margin tetap kita jaga, kita nggak lost. Di tiga bulan ini industri dan pertambangan tetap jalan" ungkap Suresh.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×