kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Meski harga minyak tak stabil, AKR Corporindo (AKRA) yakin laba bisa naik 15%-20%


Kamis, 19 Maret 2020 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. AKR Corporindo. Meski harga minyak tak stabil, AKR Corporindo (AKRA) tetap yakin laba bisa naik 15%-20% di tahun 2020 ini.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Tendi Mahadi

Haryanto menyebut, AKRA mencatatkan kinerja positif pada kuartal akhir tahun lalu, yang disokong oleh segmen perdagangan dan distribusi, penjualan tanah, serta pendapatan sewa dari Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE). Menurutnya, capaian di akhir tahun lalu ikut menyokong kinerja AKRA di Kuartal I tahun ini.

"Ini memberi kami keyakinan bahwa kami akan dapat mempertahankan pertumbuhan penjualan yang sehat pada tahun 2020 dan mempertahankan profitabilitas serta margin," ungkapnya.

Baca Juga: Beroperasi sejak tahun 1982, PLTP Kamojang hasilkan produksi listrik hingga 2,4 GWh

Adapun, pada tahun lalu AKRA mengantongi pendapatan sebesar Rp 21,70 triliun atau turun 7,81% dari pendapatan pada 2018yang sebesar Rp 23,54 triliun.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan dari bisnis BBM lebih rendah sebesar 8% menjadi Rp 15,74 triliun lantaran average selling price (ASP) yang lebih kecil. Volume BBM industri terus meningkat secara tahunan sementara penjualan BBM bersubsidi lebih rendah.

Begitu juga untuk penjualan bahan kimia yang mengalami penurunan sebesar 16% menjadi Rp 4,46 triliun pada 2019 karena ASP lebih rendah, meski secara volume naik sebesar 3%.

Sedangkan, pendapatan dari lini bisnis logistik tumbuh 34% secara tahunan menjadi Rp 796 miliar dengan pendapatan yang lebih tinggi dari pengoperasian pelabuhan dan pendapatan dari tangki penyimpanan.

Baca Juga: Hingga tengah hari, harga emas spot terus menurun menjadi US$ 1.469,98 per ons troi

Dengan kondisi tersebut, AKRA mencatatkan aba neto inti dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp 714 miliar atau tumbuh tipis 0,28% dari laba 2018 Rp 712 miliar. Namun, laba neto tahun berjalan AKRA anjlok 55,9% menjadi Rp 703,07 miliar dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 1,59 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×