kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Meski pendapatan turun, laba bersih RICY melonjak dua kali lipat di kuartal III-2019


Senin, 02 Desember 2019 / 18:17 WIB
Meski pendapatan turun, laba bersih RICY melonjak dua kali lipat di kuartal III-2019
ILUSTRASI. pakaian dalam merek GT Man produksi PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY). Foto di Jakarta. KONTAN/Daniel Prabowo

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) membukukan penurunan pendapatan bersih sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Namun dari segi bottomline, perseroan mampu meraup kenaikan beberapa kali lipat.

Mengulik laporan keuangannya sampai kuartal III 2019 penjualan RICY mencapai Rp 1,35 triliun atau turun 10,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,51 triliun. Sedangkan harga pokok penjualan perusahaan turut turun 11% year on year (yoy) menjadi Rp 1,12 triliun di triwulan ketiga tahun ini.

Baca Juga: Belanja Modal Produsen Underwear Ini Sulit Terserap 100%

Sehingga laba kotor RICY tercatat bertumbuh 3,4% dari Rp 245,69 miliar di kuartal III 2018 menjadi Rp 237,27 miliar di kuartal III 2019. Sementara itu perseroan terbantu dengan selisih kurs yang didapatkan bernilai positif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini Rp 2,58 miliar.

Dimana pada periode yang sama tahun lalu perusahaan mendapatkan rugi selisih kurs senilai Rp 38,67 miliar yang membebani keuntungan perseroan. Alhasil RICY sampai akhir September mencatatkan laba bersih sebanyak Rp 4,38 miliar atau naik hingga dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun kemarin Rp 2,06 miliar.

Tirta Heru Citra, Direktur PT RICY mengatakan kepada Kontan.co.id, Senin (2/12) bahwa selain diuntungkan soal kurs, perusahaan juga melakukan berbagai efisiensi. "Bottomline bisa naik karena efisiensi sekaligus laba selisih kurs yang membaik," ungkapnya.

Baca Juga: Industri tekstil lesu, RICY tahan penggunaan capex

Kalau dilihat, beban umum dan administrasi berhasil ditekan di kuartal ketiga tahun ini menjadi Rp 50,13 miliar atau turun 4,3% yoy. Di awal tahun lalu, perseroan sempat membidik kenaikan penjualan kisaran 10%-15% di tahun 2019 ini.

Mengenai hal tersebut, Tirta enggan membagikan detil proyeksi tahun ini dimana ia sempat menyebutkan bahwa pasar garmen lokal yang berkontribusi cukup besar bagi perseroan memang tengah lesu. "Yang pasti kami masih usaha agar (penjualan) bisa lebih baik dari penutupan September kemarin," sebutnya.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×