kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Meski produksi batubara meningkat, realisasi DMO meleset dari target


Kamis, 07 Januari 2021 / 20:01 WIB
ILUSTRASI. Produksi batubara Indonesia 2020


Reporter: Dimas Andi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski diterpa berbagai tantangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa realisasi produksi batubara nasional di tahun 2020 berhasil melampaui target.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut, hingga akhir 2020, produksi batubara di dalam negeri mencapai 558 juta ton atau 101,4% dari target awal produksi yakni sebesar 550 juta ton.

Kendati demikian, realisasi pemanfaatan batubara domestik atau domestic market obligation (DMO) hanya mencapai 132 juta ton di tahun lalu. Jumlah ini baru mencapai 85% dari target awal DMO di tahun lalu sebesar 155 juta ton.

“Pemenuhan DMO lebih kecil karena permintaan yang berkurang akibat pelemahan di sektor listrik dan industri di tengah pandemi Covid-19,” ujar dia dalam konferensi pers virtual, Kamis (7/1).

Baca Juga: Porsi batubara di RUPTL 2020-2029 naik, transisi energi bakal sulit terlaksana

Tahun 2021, pemerintah menargetkan produksi batubara nasional sebanyak 550 juta ton. Adapun target pemanfaatan batubara domestik dipatok sebesar 137,5 juta ton.

Lebih lanjut, Arifin turut mengomentari melesatnya harga batubara acuan (HBA) di awal tahun 2020. Asal tahu saja, data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa HBA di bulan Januari dipatok sebesar US$ 75,84 per ton. Angka ini melonjak 27,14% (mom) atau US$ 16,19 per ton dibandingkan HBA Desember 2020 sebesar US$ 59,65 per ton.

Menurutnya, tren kenaikan HBA tak lepas dari meningkatnya kebutuhan energi di sejumlah negara konsumen batubara yang menghadapi musim dingin. Selain itu, indikasi pulihnya ekonomi global di tengah masa pandemi Covid-19 juga menjadi sentimen positif bagi harga batubara.

Di tengah momentum kenaikan harga batubara, pemerintah pada dasarnya selalu memprioritaskan terpenuhinya kebutuhan batubara di dalam negeri. Terlepas dari itu, pemerintah juga tetap memantau efek kenaikan harga batubara terhadap kelangsungan produksi nasional.

“Kita prioritaskan kebutuhan dalam negeri dipenuhi, kemudian kami lihat. Kalau harga bagus, kami evaluasi produksi kembali,” pungkas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×