kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Lima Model Mobil Listrik Capai TKDN 60%, Wuling Siapkan Penguatan Rantai Pasok Lokal


Rabu, 04 November 2026 / 17:20 WIB
Lima Model Mobil Listrik Capai TKDN 60%, Wuling Siapkan Penguatan Rantai Pasok Lokal
ILUSTRASI. Wuling Cortez Darion PHEV (DOK/Wuling Motors)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wuling Motors terus memperkuat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia. Saat ini, lima model mobil listrik Wuling telah mencapai TKDN sebesar 60%, seiring peningkatan proses manufaktur lokal dan perakitan baterai di dalam negeri.

Kelima model tersebut adalah New BinguoEV, New Cloud EV, Darion EV, Eksion EV, serta Aira ev. Pencapaian ini menjadi bagian dari strategi Wuling untuk memperbesar penggunaan komponen lokal sekaligus memperkuat kontribusi terhadap rantai pasok industri otomotif nasional.

Vice President Wuling Motors Arif Pramadana mengatakan, pencapaian TKDN 60% pada lima model kendaraan tersebut didukung pengembangan proses produksi dan perakitan baterai mobil listrik secara lokal.

Baca Juga: Terpilih Jadi Ketua APKI, Suhendra Fokus Tingkatkan Daya Saing Industri Pulp & Paper

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Wuling di Indonesia sejak awal hingga tercapainya TKDN sebesar 60% pada lima model kendaraan Wuling. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap industri otomotif nasional, termasuk melalui pengembangan proses produksi dan perakitan baterai mobil listrik secara lokal," ujar Arif dalam keterangan resmi, Rabu (4/11).

Wuling menyebut, peningkatan TKDN dari sebelumnya 40% menjadi 60% turut ditopang oleh perakitan baterai kendaraan listrik di dalam negeri. Proses tersebut mencakup pemanfaatan komponen lokal, seperti pengemasan baterai (battery packing), pelindung baterai (housing), serta rangkaian kabel (wiring and harness).

Selain perakitan baterai, Wuling mengandalkan fasilitas manufaktur di Cikarang untuk menjalankan sejumlah tahapan produksi kendaraan. Proses tersebut meliputi pengelasan bodi (body shop), pengecatan (paint shop), perakitan (general assembly), hingga pemeriksaan kualitas (quality check). Seluruh proses manufaktur tersebut juga melibatkan tenaga kerja lokal.

Penguatan rantai pasok domestik turut dilakukan dengan melibatkan puluhan pemasok lokal untuk memenuhi kebutuhan komponen kendaraan. Beberapa pemasok yang terlibat antara lain PT Asahimas Flat Glass, PT Gajah Tunggal Tbk, dan PT GS Battery.

Langkah Wuling tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperdalam industri kendaraan listrik nasional. Dewan Ekonomi Nasional memastikan target TKDN mobil listrik akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 80% pada 2029, dengan kewajiban produksi sel baterai di dalam negeri.

Sebelum memasuki tahap tersebut, produsen kendaraan listrik dituntut memenuhi TKDN sebesar 60% mulai 2027 melalui perakitan battery pack lokal. Kebijakan ini mendorong produsen untuk memperdalam investasi manufaktur dan meningkatkan keterlibatan industri komponen domestik.

Tantangan tersebut menjadi penting di tengah perkembangan pasar kendaraan listrik Indonesia yang telah menembus 100.000 unit. Peningkatan kandungan lokal diharapkan dapat memperkuat basis produksi dalam negeri sehingga industri kendaraan listrik tidak terlalu bergantung pada pasokan komponen impor.

Bagi Wuling, pengembangan manufaktur lokal dan perakitan baterai menjadi salah satu modal untuk memenuhi arah kebijakan tersebut. Namun, pencapaian TKDN 60% saat ini masih perlu diikuti pendalaman rantai pasok, terutama untuk mendukung target penggunaan komponen dan produksi baterai yang lebih besar di dalam negeri.

Dari sisi portofolio, lima model yang telah mencapai TKDN 60% tersebut menyasar segmen kendaraan berbeda. New BinguoEV mengisi segmen hatchback, New Cloud EV di segmen medium hatchback, Darion EV untuk segmen mobil keluarga, Eksion EV di segmen SUV, serta Aira ev di segmen city car.

Arif mengatakan, Wuling berharap pengembangan proses produksi dan perakitan baterai secara lokal dapat memberikan nilai tambah bagi industri otomotif nasional sekaligus menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Baca Juga: Arsy Buana (HAJJ) Raih Pendapatan Rp 657,67 Miliar, Laba Turun 75% per September 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×