Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Operator hotel global IHG Hotels & Resorts (IHG) memperkuat ekspansi bisnis perhotelan di Indonesia dengan menyiapkan 13 hotel baru yang saat ini masuk dalam pipeline pengembangan. Ekspansi tersebut akan menambah jaringan IHG yang telah mengoperasikan 35 hotel di Tanah Air.
Berdasarkan keterangan perusahaan pada Rabu (4/11), IHG saat ini mengoperasikan 35 hotel dengan total 7.096 kamar di Indonesia. Selain itu, perusahaan memiliki 13 hotel tambahan dengan kapasitas 2.494 kamar dalam pipeline pengembangan.
Dengan demikian, total jaringan hotel IHG yang telah beroperasi dan dalam tahap pengembangan mencapai hampir 50 hotel dengan hampir 10.000 kamar. Perusahaan juga berencana memperluas jangkauan ke sejumlah destinasi baru, antara lain Medan, Yogyakarta, Puncak, dan Lombok.
Baca Juga: Archipelago Jaga Okupansi di Tengah Perubahan Pola Perjalanan Wisatawan
Managing Director Southeast Asia & Korea IHG Vivek Bhalla mengatakan, perusahaan melihat peluang pertumbuhan tidak hanya di destinasi pariwisata yang telah berkembang seperti Bali, tetapi juga di sejumlah wilayah lain yang mulai menarik minat wisatawan.
"Bali akan terus menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Asia, tetapi sejumlah peluang pertumbuhan terbesar juga terdapat di destinasi yang sedang berkembang," ujar Vivek dalam media briefing di Jakarta, Rabu (4/11).
Menurut dia, peningkatan konektivitas dan infrastruktur transportasi turut membuka peluang bagi wisatawan untuk menjelajahi lebih banyak destinasi di Indonesia. IHG melihat potensi pertumbuhan di lima Destinasi Super Prioritas beserta kota-kota yang menjadi pintu masuk, termasuk Medan, Yogyakarta, Lombok, Manado, dan Labuan Bajo.
Dalam menjalankan ekspansi, IHG menerapkan pendekatan berbasis klaster dan destinasi dengan menghadirkan sejumlah merek hotel yang saling melengkapi di pasar utama. Strategi ini diharapkan dapat memperbesar skala operasional, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat kemitraan jangka panjang dengan pemilik hotel.
Dari sisi portofolio, IHG juga memperbesar kehadiran di segmen hotel luxury dan lifestyle. Sekitar tiga perempat dari hotel yang masuk dalam pipeline pengembangan perusahaan di Indonesia berada pada segmen tersebut. Merek yang dikembangkan mencakup Six Senses, Regent, InterContinental, Kimpton, Vignette Collection, dan Hotel Indigo.
Hotel Indigo menjadi salah satu merek dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Saat ini, terdapat tiga hotel yang telah beroperasi di Bandung, Bintan, dan Bali, serta enam hotel dalam pipeline pengembangan, termasuk di Yogyakarta dan Ubud.
Selain itu, IHG menjadwalkan pembukaan Kimpton Suntaya Bali Ubud pada akhir 2026. Hotel tersebut akan mengusung konsep wellness sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk menawarkan pengalaman menginap yang lebih berorientasi pada gaya hidup dan kebutuhan wisatawan.
Ekspansi IHG berlangsung di tengah pertumbuhan aktivitas pariwisata domestik dan internasional. Dari Januari hingga Agustus 2026, Indonesia mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara, meningkat 5,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842 juta perjalanan atau tumbuh 4,2%. Perusahaan juga melihat perkembangan positif pada indikator industri perhotelan. Rata-rata tarif harian atau average daily rate (ADR) hotel di Indonesia mencapai US$ 78, naik 12,3% secara tahunan. Adapun pendapatan per kamar tersedia atau revenue per available room (RevPAR) mencapai US$ 47, meningkat 9,8%, dengan tingkat okupansi sekitar 60%.
Di luar pengembangan jaringan, IHG turut mengandalkan tenaga kerja dan kemitraan lokal untuk mendukung operasional bisnisnya. Perusahaan mempekerjakan hampir 3.700 orang di Indonesia, dengan lebih dari 95% di antaranya merupakan tenaga kerja lokal.
Vivek mengatakan, IHG ingin tumbuh bersama Indonesia melalui pengembangan hotel dan kerja sama dengan pemilik hotel serta mitra lokal. Perusahaan juga melihat peluang untuk memperluas manfaat pertumbuhan pariwisata ke lebih banyak daerah di luar destinasi yang selama ini menjadi pusat kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Arsy Buana (HAJJ) Raih Pendapatan Rp 657,67 Miliar, Laba Turun 75% per September 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
