Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) masih optimistis dengan prospek kinerja segmen residensial hingga akhir 2026.
Optimisme ini sejalan dengan realisasi pra penjualan atau marketing sales yang berhasil diraih perusahaan selama periode enam bulan pertama 2026.
Sepanjang semester I-2026, MTLA membukukan marketing sales sebesar Rp 997 miliar. Angka ini telah mencapai hampir 50% dari target tahunan yang dibidik sebesar Rp 2 triliun.
Baca Juga: Ini Daftar HMA dan HBA pada Periode Kedua Juli 2026
Direktur Metropolitan Land Olivia Surodjo mengatakan dari jumlah tersebut, sekitar 72% berasal dari penjualan rumah tapak, dengan mayoritas pembeli berasal dari kalangan end user.
“Target marketing sales MTLA hingga akhir tahun hampir Rp 2 triliun dengan kontribusi penjualan rumah sekitar 70% dari total target,” ungkap Olivia, kepada Kontan, Minggu (19/7).
Olivia menuturkan, produk rumah yang paling banyak terserap pasar MTLA saat ini berada pada kisaran harga di bawah Rp 2 miliar.
MTLA sendiri memiliki sejumlah proyek residensial yang menjadi penopang penjualan di kawasan penyangga Jakarta, antara lain Metland Cibitung (Kabupaten Bekasi), Metland Cileungsi (Bogor), Metland Tambun (Bekasi), Metland Transyogi (Cibubur), Metland Puri (perbatasan Jakarta–Tangerang), serta Metland Menteng di Jakarta Timur.
Menurutnya, dalam memilih hunian, konsumen saat ini tidak semata mempertimbangkan jarak dari Jakarta. Faktor aksesibilitas justru menjadi pertimbangan utama, baik melalui transportasi umum maupun jalan tol.
"Lokasi menjadi pilihan utama pembeli rumah dalam menentukan pilihan. Lokasi strategis bukan hanya dari jarak tetapi akses mencapai lokasi tersebut baik dari transportasi umum sampai akses tol yang memadai," katanya.
Dari sisi harga, Olivia mengakui perusahaan melakukan penyesuaian harga jual rumah dalam setahun terakhir. Kenaikan tersebut mengikuti peningkatan harga material bangunan.
Hingga akhir tahun, MTLA masih melihat permintaan rumah akan tetap terjaga, terutama dari segmen end user. Namun demikian, MTLA tetap mencermati potensi dampak kenaikan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).
“Namun tetap perlu dicermati seiring dengan kenaikan BI Rate yang akan berdampak pada kenaikan suku bunga KPR," jelas Olivia.
Dari sisi pengembangan proyek, MTLA juga tengah menyiapkan proyek residensial baru di Manado. Meski demikian, perseroan belum mengungkapkan rincian proyek tersebut.
Baca Juga: Volume Kontrak Pasokan Bioetanol PTPN I dengan Pertamina Capai 3 Juta Liter pada 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
