Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) memandang prospek industri rumah sakit pada tahun 2026 masih berada dalam tren positif.
Untuk itu, perseroan membidik pertumbuhan kinerja keuangan sebesar dua digit dibandingkan tahun sebelumnya.
Head of Investor Relations MIKA, Aditya Widjaja, menyampaikan bahwa pertumbuhan industri ditopang oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan, pertumbuhan kelas menengah, serta kebutuhan layanan medis yang semakin kompleks.
“Kami melihat prospek industri rumah sakit di 2026 tetap positif, didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan kesehatan, pertumbuhan kelas menengah, serta kebutuhan layanan medis yang semakin kompleks,” ujar Aditya, kepada Kontan.co.id, pekan ini.
Baca Juga: Mitra Keluarga Karyasehat (MIKA) Raih Kinerja Positif hingga Kuartal III-2025
Tak hanya itu, perusahaan juga melihat adanya kenaikan permintaan terhadap layanan spesialis dan subspesialis, seiring dengan perubahan profil penyakit dan gaya hidup masyarakat.
Sejalan dengan prospek tersebut, MIKA menargetkan pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan pada tahun ini. Perseroan membidik kenaikan kinerja sebesar dua digit, baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas.
“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan volume pasien, penguatan layanan unggulan, serta optimalisasi operasional di seluruh unit rumah sakit,” imbuhnya.
Namun demikian, MIKA tetap mencermati sejumlah tantangan yang berpotensi muncul pada 2026. Beberapa di antaranya adalah kondisi geopolitik global yang tidak menentu serta pelemahan ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, perseroan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi melalui pengelolaan persediaan yang lebih optimal, dan diversifikasi pemasok.
Selain itu, MIKA juga menjaga keseimbangan antara kualitas layanan dan efisiensi biaya guna mempertahankan daya saing di tengah dinamika industri.
Sebagai informasi, Mitra Keluarga tercatat membukukan pendapatan Rp 5,36 triliun sepanjang 2025, angka ini naik 10,13% dibandingkan Rp 4,87 triliun di tahun sebelumnya.
Pada saat yang sama, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,36 triliun, mencerminkan pertumbuhan dari 2024 yang tercatat Rp 1,14 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













