kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Harga Ayam Hidup Tertekan Usai Lebaran, Ini Penyebab dan Upaya Pemerintah


Minggu, 12 April 2026 / 13:46 WIB
Harga Ayam Hidup Tertekan Usai Lebaran, Ini Penyebab dan Upaya Pemerintah
ILUSTRASI. Peternak ayam hadapi tantangan harga anjlok pasca Lebaran. Kini Kementan bergerak cepat, dan harga livebird menunjukkan perbaikan.(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan harga ayam hidup (livebird) kembali terjadi pasca Lebaran di sejumlah sentra produksi. Kondisi ini terutama dirasakan peternak di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat akibat turunnya konsumsi setelah periode puncak permintaan.

Pemerintah menjelaskan, kondisi tersebut tidak lepas dari pola konsumsi dan produksi yang bersifat musiman. Permintaan ayam biasanya meningkat tajam sekitar satu minggu sebelum Lebaran hingga hari H, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan arus mudik.

Menjelang momen tersebut, banyak peternak meningkatkan chick in untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Namun, setelah Lebaran, terjadi penurunan konsumsi dan serapan pasar bersamaan dengan arus balik. Di saat yang sama, stok ayam hidup masih tersedia di kandang. Kombinasi kondisi tersebut menyebabkan tekanan terhadap harga di tingkat peternak.

Baca Juga: Portofolio Semakin Kuat, Bayer Siap Genjot Pertumbuhan Kinerja

“Beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya harga livebird, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, tidak terlepas dari dinamika pola konsumsi dan produksi yang bersifat musiman,” ujar Hary Suhada, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak kepada Kontan, Minggu (12/4/2026).

Fenomena ini, menurut pemerintah, merupakan pola berulang setiap tahun. Karena itu, pelaku usaha diharapkan dapat mengantisipasi dengan perencanaan produksi yang lebih terukur dan sejalan dengan dinamika permintaan.

Untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan sejumlah langkah stabilisasi.

Upaya itu meliputi penguatan koordinasi dengan pelaku usaha pembibitan dan budidaya, penyesuaian produksi di hulu melalui pengendalian setting dan chick in, serta optimalisasi penyerapan pasar melalui pemanfaatan cold storage dan distribusi ke wilayah yang membutuhkan.

“Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga livebird mulai menunjukkan perbaikan, dengan harapan dalam waktu dekat dapat bergerak menuju kisaran minimal Rp19.000/kg pada ukuran 2 kg up,” jelasnya.

Pemerintah juga mencatat stok di cold storage mulai berkurang dan serapan pasar kembali berjalan, yang diharapkan dapat membantu penyerapan livebird di tingkat peternak.

Baca Juga: Kuota Impor Dipangkas, Harga Daging Sapi Naik

Ke depan, pemerintah mendorong perbaikan tata kelola produksi perunggasan, antara lain melalui pengaturan pola replacement bibit (GPS dan PS) oleh perusahaan pembibitan agar distribusi lebih merata sepanjang tahun.

Selain itu, perencanaan produksi akan lebih diarahkan berdasarkan pola konsumsi, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Pemerintah juga meminta pelaku usaha meningkatkan disiplin produksi agar tidak terjadi ekspansi berlebihan yang tidak mempertimbangkan kondisi pasar.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha untuk menjalankan budidaya secara lebih terukur dan rasional, menyesuaikan dengan dinamika permintaan pasar, sehingga keseimbangan supply demand dapat terjaga dan harga tetap stabil,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×