kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Permintaan Panel Surya Melonjak, AESI Sebut Antrean Di Sektor Industri Capai 200 MW


Minggu, 12 April 2026 / 12:45 WIB
Permintaan Panel Surya Melonjak, AESI Sebut Antrean Di Sektor Industri Capai 200 MW
ILUSTRASI. Petugas membersihkan Solar panel PLTS Terapung Cirata (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Indonesia diprediksi bakal semakin cerah di sepanjang tahun 2026. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mencatat adanya lonjakan permintaan, terutama dari segmen pasar industrial dan residensial.

Ketua Umum AESI, Mada Ayu Habsari mengungkapkan bahwa tren bisnis panel surya saat ini tengah mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran pasar terhadap kebutuhan energi alternatif yang lebih mandiri.

"Saya melihat bisnis panel surya meningkat pesat seiring bertambahnya permintaan dari market baik industrial maupun residensial," ujarnya kepada Kontan.co.id, Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Harga Ayam Hidup Anjlok Usai Lebaran, Produksi Melimpah dan Serapan Melemah

Mada memaparkan, tingginya minat di sektor industri terlihat dari kuota yang tersedia saat ini. Meski pemerintah telah menambah kuota tahun 2026 sebesar 484 Mega Watt (MW), nyatanya jumlah tersebut belum mampu menyerap seluruh permintaan pasar yang ada.

"Secara persentasi kami belum menghitung (permintaan tahun ini), namun terlihat pada permintaan di sisi industrial walaupun dari pemerintah sudah menambahkan kuota tahun 2026 sebanyak 484 MW namun masih terdapat waiting list sebanyak 200 MW. Hal ini menunjukan permintaan yang signifikan terhadap market PLTS," jelasnya.

Menariknya, lanjut Mada, dorongan pertumbuhan bisnis ini tidak hanya datang dari faktor iklim, melainkan juga dari aspek geopolitik global yang tidak menentu. Kondisi tersebut memicu masyarakat untuk segera mengamankan kemandirian energi melalui pemasangan PLTS yang dinilai praktis dan cepat.

Mada meyakini prospek bisnis ini akan semakin positif, terlebih dengan adanya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat terkait target energi baru terbarukan. 

"Bisnis PLTS sangat bergerak cerah ditambah dengan inisiatif dari Pak Presiden tentang rencana program 100 gigawatt (MW) yang akan membuat bisnis PLTS akan semakin bersinar," pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi penambahan kapasitas terpasang PLTS (termasuk PLTS terapung dan PLTS atap) hingga Juni tahun 2025 mencapai 233,26 MW, sehingga total kapasitas terpasang PLTS secara kumulatif menjadi sebesar 1.142,69 MW. 

Baca Juga: Tiktok Live Dukung Talenta Lokal Go Global Lewat Peluncuran Mini Album

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×