kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu


Minggu, 16 Juni 2024 / 21:00 WIB
Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu
ILUSTRASI. Tumpahan minyak mentah berceceran di sungai dan irigasi di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.


Sumber: Kompas.com | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tumpahan minyak mentah berceceran di sungai dan irigasi di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Minyak itu diduga berasal dari rembesan pipa milik Pertamina yang bocor.

Gendon (42), warga Desa Lombang, mengatakan minyak tersebut mulai terlihat pada Jumat (14/6). Kondisinya makin parah pada Sabtu (15/6). Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat pemerintah dan Pertamina.

“Saat pulang dari melaut, kaget lihat sudah banyak berceceran,” ujar Gendon kepada Tribun, Minggu (16/6).

Ceceran minyak itu awalnya hanya menumpuk dan mencemari saluran irigasi. Namun, karena terjadi pasang air laut, ceceran minyak masuk ke sungai yang terhubung langsung ke muara perairan Indramayu.

“Cecerannya bahkan sampai ke baro-baro (breakwater), cuma sudah dibersihkan sejak kemarin,” ujar dia.

Baca Juga: Kilang Pertamina Internasional Olah 340,91 Juta Barel Minyak Mentah Pada 2023

Nelayan lainnya, Dunia (55), khawatir ceceran tersebut dapat mencemari lingkungan. Imbas ceceran minyak ini, perahu-perahu milik nelayan juga terkena imbasnya. Perahu itu kotor oleh noda minyak hitam dan sulit dihilangkan.

“Saya biasa mencari ikan di dekat-dekat sini saja, khawatirnya lingkungan juga ikut tercemar apalagi sekarang nyari ikan lagi susah,” ujar dia.

Setelah mendapat laporan, Bupati Indramayu Nina Agustina langsung menghubungi Pertamina untuk segera melakukan pembersihan. Nina menyampaikan, sejak kemarin, Pertamina pun sudah turun tangan membersihkan.

Dia juga meminta kepada Pertamina untuk lebih peduli terhadap lingkungan, baik yang ada di darat maupun areal laut Indramayu. Pipa milik Pertamina yang ada di Indramayu pun, lanjut Nina, diminta untuk dicek secara rutin dan berkala untuk mencegah terjadinya kebocoran kembali.

Baca Juga: Pertamina Sumbang Rp 426 Triliun ke Penerimaan Negara di 2023

“Semua pipa-pipa yang ada di Indramayu harus di-maintenance, harus dicek baik pipa yang ada di daratan, di lautan, itu harus dicek karena kita tidak tahu usia dari pipa itu sudah berapa lama,” ujar dia.

Diketahui pipa yang mengalami kebocoran merupakan pipa yang menghubungkan Stasiun Pengumpul Utama (SPU) A - MGS Balongan KP 10. Pjs Head of Communication, Relations & CID Zona 7 Asep M Abioga mengatakan, telah mengatasi insiden tersebut di hari yang sama.

Berbagai prosedur ditempuh, antara lain pemasangan safety line di area kebocoran serta pemasangan clamp untuk menghentikan kebocoran.

"Crew oilspill secara intensif berkoordinasi untuk melakukan clean up di area terdampak ceceran crude oil dengan menggunakan oil boom untuk meminimalisir area terdampak," ujar Asep, Minggu (16/6).

Asep mengatakan, tim teknis Pertamina EP juga terus memonitor kondisi jalur pipa dan memastikan tingkat keamanan sesuai dengan prosedur keselamatan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Minyak Bocor dari Pipa Pertamina Cemari Sungai dan Irigasi di Indramayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×