kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Mirae Asset: PPKM mikro memegang peranan kunci sektor ritel


Rabu, 23 Juni 2021 / 23:16 WIB
Mirae Asset: PPKM mikro memegang peranan kunci sektor ritel
ILUSTRASI. Suasana salah satu restoran di Mal dengan penerapan protol kesehatan di Tangerang,


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Yudho Winarto

Sementara itu, Euromonitor memperkirakan nilai e-commerce Indonesia mencapai Rp 1.282 triliun pada tahun 2025, dengan CAGR 2020-2025 sebesar 22%.

Hanya saja ia menilai tidak akan berdampak besar pada pendapatan perusahaan ritel offline dalam waktu singkat.

"Meskipun ada peluang bagi peritel offline untuk memasuki pasar e-commerce, kami yakin daftar beberapa pemain e-commerce yang akan datang ke pasar saham Indonesia dapat terus menurunkan penilaian sektor ini," sebutnya.

Baca Juga: Ini rekomendasi Mirae Asset untuk saham-saham ritel pasca PPKM mikro diperketat

Secara keseluruhan, terlepas dari ekspektasi terhadap pemulihan bertahap di sektor ritel, Mirae Asset ingin mempertahankan pandangan netral terhadap sektor ini. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah masih belum pasti dan memiliki risiko terhadap sektor ritel.

"Kami belum melihat paket stimulus substansial pemerintah untuk secara signifikan meningkatkan pengeluaran penduduk berpenghasilan rendah untuk barang-barang pilihan untuk sisa tahun ini, meskipun kami mengantisipasi pemulihan lalu lintas secara bertahap ke ritel di semester II karena peluncuran vaksin telah berkembang," lanjutnya.

Hanya saja, beberapa emiten yang masuk dalam cakupan Mirae Asset diproyeksikan akan mulai membukukan pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi di kuartal II-2021.

Hal itu didukung oleh efek basis rendah dan pemulihan lalu lintas toko walaupun belum kembali seperti sebelum pandemi akibat jam operasional mal tetap dibatasi oleh pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×