Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) melalui anak usahanya, PT Menthobi Hijau Lestari (MHL), memperkuat inovasi di industri perkebunan dengan membangun pabrik biomassa EFB Pellet (pelet dari tandan kosong kelapa sawit).
Langkah ini diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama Operasional (Joint Operation Agreement) dengan PT Suar Energi Futura untuk membangun fasilitas produksi berkapasitas 10 ton per jam.
Baca Juga: Menthobi (MKTR) Kolaborasi dengan MGRO Bangun Pabrik Pupuk Olah Limbah Kelapa Sawit
Kolaborasi ini menegaskan posisi MKTR sebagai pemain utama dalam industri hijau yang mengutamakan prinsip keberlanjutan (sustainability) sekaligus menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Direktur MKTR Pahlevi Pangerang menyatakan bahwa pembangunan pabrik ini merupakan strategi jangka panjang dalam mengoptimalkan limbah sawit menjadi sumber energi terbarukan.
“Keberadaan pabrik ini menjadi solusi bagi industri kelapa sawit dalam mengatasi permasalahan limbah tandan kosong (jangkos),” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (28/2).
Fasilitas ini direncanakan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal keempat 2025. Selain mengurangi biaya penanganan limbah, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi MKTR dan sektor sawit secara luas.
Baca Juga: Sepanjang 2024, Co-Firing Biomassa di PLTU PLN Hasilkan 1,67 Juta MWh Listrik Hijau
Direktur MHL, Dadan Ramdhani,mengungkapkan bahwa sejak November 2024, MHL telah melakukan uji coba produksi EFB Pellet dengan membangun fasilitas skala kecil.
Tujuannya adalah memastikan pelet biomassa ini memenuhi standar industri, termasuk: Kalori tinggi untuk efisiensi energi, Kadar potasium dan klorin rendah guna mencegah korosi pada boiler, Kadar kelembaban optimal agar pembakaran lebih efisien, dan Keamanan penggunaan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Sebagai bagian dari uji coba, MHL telah melakukan burning test dengan membandingkan EFB Pellet dan cangkang sawit yang dibakar secara terpisah.
“Hasil uji coba melampaui ekspektasi awal dan menegaskan potensi besar EFB Pellet sebagai sumber energi terbarukan,” kata Dadan.
Dadan optimistis bahwa pabrik ini akan menjadi game changer dalam pengelolaan limbah sawit. Selain meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, inisiatif ini juga mendukung target transisi energi hijau nasional.
Baca Juga: Pemanfaatan Biomassa Terkendala Harga, Produsen Pilih Ekspor
EFB Pellet merupakan sumber energi alternatif yang ekonomis dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri serta pembangkit listrik.
Kehadiran pabrik ini selaras dengan visi pemerintah dalam mendorong penggunaan energi hijau, sejalan dengan target Astacita pemerintahan Presiden Prabowo di sektor energi.
Dengan langkah ini, MKTR tidak hanya memperkuat posisi di industri hijau tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Selanjutnya: Wall Street Mixed Pasca Rilis Data Inflasi AS Naik Sesuai Perkiraan
Menarik Dibaca: IDEC 2025 Dorong Inovasi di Industri Kesehatan Gigi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News