kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Nelayan minta jaminan pasokan solar


Minggu, 10 Agustus 2014 / 19:41 WIB
ILUSTRASI. Mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang kini menjabat Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Gelombang penolakan pembatasan dan pengurangan subsidi solar di sektor kelautan masih berlanjut. Kalangan nelayan meminta pemerintah untuk membatalkan kebijakan tersebut, pasalnya bila hal tersebut dipaksakan maka hasil tangkapan diproyeksi akan mengalami penyusutan.

Tarmizi AJ, Ketua HNSI Anambas Kepulauan Riau, mengatakan, meskipun pemerintah tetap mengutamakan penggunaan solar subsidi terhadap nelayan yang memiliki kapal dibawah 30 gross ton (GT), namun tidak ada jaminan bila hal tersebut dilakukan secara benar.

Para nelayan khawatir, dengan kondisi tersebut masih akan tetap menimbulkan kekisruhan ditingkat lapangan. "Selama ini, banyak juga pemilik kapal besar yang memakai solar subsidi padahal mereka mampu untuk membeli harga industri," kata Tarmizi, Minggu (10/8).

Bila jaminan pasokan tersebut tidak didapatkan oleh para nelayan, Tarmizi bilang kedepan akan banyak para nelayan yang tidak melaut secara rutin. Walhasil, hasil tanggkapan berkurang dan kemiskinan masih akan menghantui para nelayan kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×