Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. One Global Capital resmi mengakuisisi lahan 1,4 hektare di kawasan Five Dock- Sydney senilai Rp1,5 triliun. Lahan ini akan dikembangkan menjadi proyek mixed-use alias kawasan terpadu senilai AUD1,6 miliar atau setar Rp 19 triliun yang mencakup residensial, pusat perbelanjaan, dan hotel.
Lokasi lahan tersebut sangat premium dan menawarkan pemandangan Kings Bay, lapangan golf, dan CBD Sydney. Proyek ini akan dihadirkan dengan mengusung konsep “city-within-a-city” untuk standar hunian terpadu baru di Australia.
Pendiri One Global Capital, Iwan Sunito, menyatakan, Five Dock menjadi aset utama dalam strategi pengembangan mixed use project. “Rampungnya akuisisi Five Dock merupakan momen krusial bagi One Global Capital. Kami kini dapat mengoptimalkan potensi proyek ini secara maksimal,” ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (2/3/2926).
Five Dock merupakan kawasan prestisius Inner West Sydney, dengan harga rumah rata-rata Rp45–60 miliar dan properti tepi pantai hingga Rp 120 miliar. Daya tarik kawasan didukung tren kenaikan harga hunian, pembangunan infrastruktur masif, serta jaringan transportasi strategis seperti Five Dock Metro Station dan Burwood Metro Station yang mempermudah akses ke Sydney CBD.
Baca Juga: Setahun Akuisisi Mall Eastlakes, One Global Capital Bagi Dividen Natal Perdana
Pasar residensial di Five Dock juga terus tumbuh, didorong prinsip Transit Oriented Development (TOD) dan tingginya permintaan investor lokal maupun high net worth asal Indonesia.
Proyek ini melibatkan kolaborasi One Global Capital dengan arsitek global Koichi Takada, PTI Architect Indonesia, dan Buchan Australia. Iwan menekankan, proyek ini tiga kali lebih besar dari Infinity di Green Square dan menjadi pengembangan terbesar dalam 25 tahun kariernya. “Kami tidak sekadar membangun gedung, kami sedang menciptakan kota di dalam kota,” ujarnya.
Koichi Takada menjelaskan, proyek ini dikembangkan dengan pendekatan desain yang menyatu dengan alam. Ruang publik mengusung prinsip biophilic, mengoptimalkan cahaya alami, sirkulasi udara, dan orientasi ke pemandangan air, untuk mendukung kesejahteraan, keberlanjutan, dan interaksi sosial.
Managing Director PTI Architect, Doddy Tjahjadi, menambahkan bahwa proyek ini merupakan kolaborasi dengan Koichi Takada dan Phil Schoutrop dari Buchan, serta reuni dengan Iwan Sunito. Proyek ini akan disulap menjadi shopping centre, perpustakaan publik, dan ruang belajar kolaboratif dalam pengembangan mixed-use yang terintegrasi dengan lanskap hijau.
Menurut Doddy, partisipasi firma arsitektur Indonesia dalam proyek berskala besar di Australia menegaskan kredibilitas dan daya saing lokal di kancah internasional.
Baca Juga: Jelang Imlek, One Global Capital Bagi Imbal Hasil Proyek Five Dock Sydney
Proyek Five Dock akan mencakup lima menara apartemen dengan 750 unit, hotel 250 kamar dengan conference centre 3.000 m², pusat ritel dan gaya hidup 10.000 m², fasilitas kesehatan, ruang hijau, fasilitas komunitas, serta ekosistem build-to-rent terintegrasi. Persetujuan perencanaan dijadwalkan Juni 2026, EOI investor Kuartal II 2026, pemasaran apartemen Kuartal III 2027, dan konstruksi mulai Kuartal II 2028.
Samuel Sunito, Direktur Capital One Global Capital, menyatakan proyek ini menarik minat investor global, termasuk dari Indonesia, AS, China, Singapura, Vietnam, dan Dubai. Investor Indonesia terus menjadi 10 besar pembeli asing properti residensial di Australia, dengan transaksi lebih AUD100 juta per kuartal sepanjang 2023. Kawasan Inner West Sydney diproyeksikan tumbuh hingga 12% pada 2026, menciptakan potensi penciptaan kekayaan lintas negara.
Sementara itu, Fitri Hilman, Director – Commercial Services Savills Indonesia, menilai proyek Five Dock memperkuat hubungan investasi Indonesia–Australia. Australia tetap menarik bagi investor Indonesia karena pasar stabil, regulasi transparan, dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Investasi infrastruktur besar, termasuk Five Dock dan Burwood Metro, menjadi katalis pertumbuhan properti Inner West, menawarkan potensi apresiasi modal dan imbal hasil sewa stabil. Konektivitas unggul dan pengembangan berkelanjutan akan mendorong nilai jangka panjang bagi investor dan pengguna akhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













