kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,07   -1,02   -0.11%
  • EMAS1.039.000 -0,95%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Operasional KCJB & Pengembangan TOD Tingkatkan Permintaan Hunian Properti Kawasan


Jumat, 08 September 2023 / 18:42 WIB
Operasional KCJB & Pengembangan TOD Tingkatkan Permintaan Hunian Properti Kawasan
ILUSTRASI. Operasional KCJB & Pengembangan TOD Tingkatkan Permintaan Hunian Properti Kawasan Hingga 30%. Foto: Dok. Agung Podmoro Land Tbk


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Country Manager 99 Group Indonesia Maria Herawati Manik menuturkan Kerea Cepat Jakarta -Bandung (KCJB) mempengaruhi nilai properti di 14 kecamatan terdekat dari empat stasiun. 

"KCJB yang dioperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan rute sepanjang 142,3 kilometer yang membentang dari Jakarta Timur hingga Bandung akan melintasi empat area stasiun yang mengusung konsep TOD yakni, Halim, Karawang, Padalarang dan Tegalluar. Operasional kereta cepat ini akan mempengaruhi 14 kecamatan terdekat dari empat stasiun," ujarnya, Jumat (8/9). 

Adapun 14 kecamatan terdekat dari empat stasiun adalah, Stasiun Halim, dengan kecataman terdekat: Jatinegara, Kramatjati, Duren Sawit, Makasar dan Pondok Gede. Stasiun Karawang, dengan kecamatan terdekat Cikarang Pusat dan Telukjambe Barat.

Baca Juga: LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Bandung Tingkatkan Potensi Nilai Properti di Kawasan

Stasiun Padalarang, dengan kecamatan terdekat Padalarang, Ngamprah (Bandung Barat). Stasiun Tegalluar, dengan kecamatan terdekat Gedebage, Bojongsoang, Cileunyi, Rancaekek, Jatinangor. 

Data 99 Group pada Semester I 2023 mencatat, permintaan hunian di kecamatan sekitar empat stasiun KCJB mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan Semester II 2022 silam. 

Pada sejumlah kecamatan di kawasan Stasiun Halim ada kenaikan permintaan hunian 26,2%, di  Padalarang 26,3% dan Tegalluar sebesar 34,4%.  Tren ini diperkirakan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan seiring dengan target operasional KCJB pada Oktober mendatang beserta pengembangan TOD kawasan.

"Pengembangan komersial di area TOD KCJB akan menjadi bagian dari pengembangan campuran berskala menengah hingga besar sehingga berbeda dengan TOD LRT Jabodebek dengan skala yang lebih kecil dan berada di pusat kota," imbuhnya.

Beberapa rencana pengembangan kawasan TOD KCJB terdiri dari Halim Superblock seluas 19,2 hektar (area Stasiun Halim), Kotawana seluas 250 hektar (area Stasiun Karawang) dan Talaga Luar seluas 340 hektar (Stasiun Tegalluar).

Tiga kawasan TOD KCJB ini akan dikembangkan area residensial & komersial yang komprehensif, seperti apartemen komersial, apartemen MBR, rumah tapak, convention atau exhibition center, perhotelan, big box retail, pusat belanja, pergudangan, perkantoran, bahkan area wisata mencakup desa kreatif dan museum budaya. 

Baca Juga: Kinerja Ritel Menggeliat, Prospek Emiten Properti Masih Positif di Semester II 2023

“Pengembangan ini berpotensi berdampak pada permintaan residensial dan komersial dalam jangka panjang, karena daya tarik kawasan sebagai tempat tinggal maupun tempat usaha semakin kuat sehingga menambah kehidupan populasi baru di area-area tersebut. Dengan meningkatnya permintaan, nilai properti juga mengalami kenaikan, menguntungkan pemilik properti, hingga mendorong investasi di kawasan,” papar Maria. 

Apabila membandingkan pertumbuhan harga hunian antara Semester II 2022 dan Semester I 2023, rata-rata harga di kecamatan sekitar kawasan Halim tercatat sebesar Rp2,6 miliar nai 1,9%, Karawang sebesar Rp841 juta naik 20,3%, Padalarang sebesar Rp800 juta atau 11,9% dan Talaga Luar cenderung fluktuatif menjadi sebesar Rp616 juta atau turun 15%. 

Jika ditelusuri pergerakannya sejak tahun 2019, Halim mengalami tren menurun dan mulai kembali meningkat di Semester 2 2022. Sementara harga hunian di kawasan Karawang, Padalarang dan Talaga Luar cenderung menunjukan tren yang meningkat sejak tahun 2019.

"Kombinasi berkembangnya fasilitas dan infrastruktur, serta transportasi publik, seperti LRT Jabodebek dan KCJB yang terintegrasi, akan semakin meningkatkan daya tarik wilayah tersebut sebagai tempat tinggal dan komersial. Dua transportasi ini menciptakan efek domino dalam pembangunan dan perkembangan wilayah sekitarnya karena berpotensi menarik investasi lebih lanjut dari sektor bisnis, industri, dan ritel, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja baru, hingga mendongkrak daya beli dan mobilitas masyarakat setempat," pungkas Maria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×