kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.427.000   7.000   0,49%
  • USD/IDR 16.160
  • IDX 7.321   96,85   1,34%
  • KOMPAS100 1.149   10,13   0,89%
  • LQ45 923   12,71   1,40%
  • ISSI 219   0,62   0,28%
  • IDX30 461   6,63   1,46%
  • IDXHIDIV20 555   8,24   1,51%
  • IDX80 129   1,33   1,04%
  • IDXV30 130   1,58   1,24%
  • IDXQ30 156   2,26   1,48%

Operator telekomunikasi bertempur di bisnis data


Sabtu, 21 Juli 2018 / 21:43 WIB
Operator telekomunikasi bertempur di bisnis data


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan bisnis telekomunikasi di Tanah Air semakin sengit. Agar tidak tercoret dari peta persaingan, para operator telekomunikasi fokus melancarkan dua agenda utama: meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan jaringan.

Upaya tersebut juga dilakukan pemimpan pasar PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Anak usahanya, PT Telkomsel, kini sudah memiliki lebih dari 167.000 base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia. Operator merogoh kocek dari pos belanja modal alias capital expenditure (capex) untuk ekspansi BTS. Tahun ini, sekitar 50% belanja modal TLKM akan mengalir ke bisnis mobile.

Denny Abidin, General Manager Corporate Communications Telkomsel menyampaikan, sepanjang kuartal I-2018, Telkomsel sudah membangun lebih dari 6.900 BTS. Seluruhnya adalah BTS 4G. "Sampai akhir Maret 2018, Telkomsel telah memiliki 35.110 BTS 4G," ujar dia kepada KONTAN, Rabu (18/7).

Kendati tak merinci berapa banyak menara telekomunikasi yang akan dibangun hingga akhir tahun nanti, Telkomsel berkomitmen menghadirkan jaringan teknologi paling update bagi pelanggan.

Komitmen itu terus dikedepankan untuk memberikan pelayanan yang baik, seiring dengan pertumbuhan pengguna data perusahaan. "Saat ini Telkomsel fokus investasi dengan membangun jaringannya ke teknologi 4G LTE," ungkap Denny.

Hingga kuartal pertama tahun ini, Telkomsel mengklaim berhasil menggamit 192,8 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meningkat 13,8% dibandingkan tahun sebelumnya. "Dari total jumlah pelanggan tersebut, sebanyak 108,7 juta adalah pengguna data. Jumlah ini meningkat sebesar 21,3% secara year on year," beber Denny.

Penambahan jaringan juga menjadi agenda utama PT XL Axiata Tbk (EXCL) pada tahun ini. Group Head Corporate Communication EXCL, Tri Wahyuningsih, mengatakan dana belanja modal yang mencapai Rp 7 triliun banyak terserap untuk BTS. "Sebesar 70% alokasi capital expenditure untuk jaringan data," ujar dia kepada KONTAN, Rabu (18/7) lalu.

Hingga kuartal I-2018, perusahaan asal Malaysian ini sudah memiliki 105.000 BTS. Ayu, sapaan karib Tri Wahyuningsih, belum bisa menyebutkan tambahan BTS baru yang dibangun hingga semester pertama tahun ini. "Jumlah resmi per semester satu belum bisa kami keluarkan sampai laporan kinerja keluar di akhir bulan ini," kilah dia.

Namun operator ini berharap, pengembangan infrastruktur akan memberikan layanan data yang lebih baik. "Tidak pernah ada target (pertumbuhan) pelanggan, karena strategi kami adalah mencari pelanggan yang berkualitas atau high value bukan dari sisi jumlahnya," tutur dia.

Ayu menambahkan, EXCL semakin serius pada layanan data sehingga ekspansi BTS akan fokus pada BTS data. Tidak hanya BTS untuk 4G, mereka mengembangkan pula BTS 3G. "Harapannya jumlah pelanggan data dan kenyamanan menggunakan data akan turut meningkat," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Pre-IPO : Explained Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM)

[X]
×