kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

UPM Perkuat Jejaring Global Lewat Asia Business Case Program


Kamis, 05 Maret 2026 / 21:47 WIB
UPM Perkuat Jejaring Global Lewat Asia Business Case Program


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belajar strategi bisnis tak lagi sebatas ruang kelas. Sebanyak 12 mahasiswa magister Universitas Prasetiya Mulya (UPM) menjajal langsung dinamika bisnis lintas negara lewat Asia Business Case (ABC) Program, ajang imersi global berbasis studi kasus yang mempertemukan talenta pascasarjana dari tiga kampus terkemuka Asia.

Selain UPM, program ini melibatkan National Taiwan University dan SolBridge International School of Business. Masing-masing institusi mengirimkan 12 mahasiswa S2 untuk berkolaborasi sejak November 2025 hingga Januari 2026.

Tahun ini, Korea Selatan didapuk sebagai tuan rumah. Puncak kegiatan berlangsung pada 12–16 Januari 2026 melalui studi lapangan (field study), di mana peserta turun langsung mengamati praktik bisnis, budaya kerja, hingga strategi manajemen perusahaan dalam konteks ekonomi Asia yang kompetitif.

Baca Juga: Tren Edukasi Usia Dini Naik, Model Kemitraan Jadi Andalan Ekspansi Lembaga Pendidikan

Course Coordinator ABC Program UPM, Henry Pribadi, menjelaskan program ini dirancang sebagai platform pembelajaran internasional bergilir di tiga negara Asia. Melalui studi kasus nyata, kerja tim lintas budaya, dan interaksi langsung dengan perusahaan, mahasiswa memperoleh pengalaman imersi bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Dengan pelaksanaan bergilir di Indonesia, Taiwan, dan Korea Selatan, mahasiswa memperoleh pengalaman imersi bisnis global yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” kata Henry salam keterangannya, kamis (5/3/2026). 

Selama program, mahasiswa tergabung dalam tim multinasional untuk menganalisis persoalan bisnis mitra, melakukan kunjungan industri, dan berdiskusi dengan pimpinan perusahaan serta profesor universitas mitra. Pendekatan ini diharapkan memperdalam pemahaman bisnis regional sekaligus mengasah kemampuan strategis dan kolaborasi global.

Bagi Mochammad Rifqi, mahasiswa Magister Manajemen Strategic Management UPM yang juga menjabat sebagai Marketing Vice President Shell Lubricants Macro Distributors Asia Pacific, pengalaman tersebut menghadirkan sudut pandang baru.

Baca Juga: Ciputra Gandeng Inspirasi Schools Hadirkan Pendidikan Global di CitraRaya

Ia menuturkan, program ini memberi pembelajaran yang berbeda karena peserta dapat melihat langsung perusahaan yang menjadi objek kajian. Tak hanya itu, pemahaman mengenai konteks nasional dan budaya Korea turut memperkaya perspektif tentang bagaimana negara tersebut mampu mencatat pertumbuhan ekonomi pesat dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, pembelajaran lintas budaya menjadi nilai tambah penting, sebab dinamika kultur kerap memengaruhi cara bisnis dijalankan dan strategi dibangun di tiap negara.

South Korea Chapter menjadi penyelenggaraan ketiga Asia Business Case Program setelah Indonesia (2023) dan Taiwan (2024). Konsistensi ini memperkuat posisi Universitas Prasetiya Mulya (UPM) dalam kolaborasi internasional pendidikan tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×