kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Outlook Fitch Negatif, HKI Desak Percepatan Realisasi Investasi


Senin, 09 Maret 2026 / 13:37 WIB
Outlook Fitch Negatif, HKI Desak Percepatan Realisasi Investasi
ILUSTRASI. Greenland International Industrial Center (GIIC), Kawasan Industri Percontohan Nasional Bertaraf Int (Dok/Sinar Mas Land)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

HKI juga menyoroti perubahan outlook ini terjadi di tengah situasi ekonomi global yang semakin tidak menentu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

Konflik yang melibatkan Iran, Israel dan Amerika Serikat serta meningkatnya eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur logistik global, khususnya Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.

Gangguan pada jalur logistik energi global itu berpotensi memicu lonjakan biaya energi dan logistik internasional, yang pada akhirnya menciptakan disrupsi besar dalam sistem perdagangan dunia dan ketidakseimbangan baru dalam arus perdagangan global.

Dalam situasi seperti ini, banyak investor global cenderung menahan ekspansi investasi baru dan mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap proyek industri jangka panjang.

Baca Juga: BKPM Mencatat Realisasi Investasi pada Kuartal III-2025 Sebesar Rp 491,4 Triliun

HKI menilai dalam situasi global yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia tidak bisa hanya menunggu arus investasi baru.

“Dalam kondisi dunia yang sedang menghadapi konflik geopolitik dan gangguan jalur logistik global, arus investasi internasional cenderung melambat. Karena itu strategi paling realistis bagi Indonesia adalah memastikan percepatan realisasi investasi yang sudah memiliki komitmen,” ujar Maruf.

Menurut Maruf, pemerintah perlu melakukan terobosan besar dalam percepatan implementasi investasi. Termasuk penyederhanaan perizinan, peningkatan kepastian regulasi, serta penguatan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proyek investasi tidak terhambat pada tahap implementasi di lapangan.

“Indonesia tidak kekurangan potensi. Kita memiliki pasar domestik yang besar, SDA yang melimpah, serta posisi strategis dalam rantai pasok global. Namun semua itu tidak akan cukup jika investor mulai meragukan konsistensi kebijakan ekonomi kita. Stabilitas kebijakan adalah fondasi utama industrialisasi,” imbuh Maruf.

Baca Juga: Realisasi Investasi Kuartal III-2025 Capai Rp 1.400 Triliun, Sudah 73,68% dari Target

HKI mendorong pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal, memperkuat konsistensi kebijakan makroekonomi, serta meningkatkan transparansi dan kepastian regulasi bagi dunia usaha.

Kejelasan arah kebijakan ekonomi sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama investasi industri di kawasan Asia Tenggara.

HKI mengingatkan bahwa menjaga kepercayaan investor global harus menjadi prioritas nasional.

Dengan kebijakan ekonomi yang kredibel, disiplin fiskal yang kuat, serta tata kelola yang transparan, HKI meyakini Indonesia mampu mengembalikan kepercayaan pasar dan memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan industri baru di kawasan Asia.

“Industrialisasi tidak bisa berjalan di tengah ketidakpastian. Investor membutuhkan kepastian bahwa kebijakan ekonomi Indonesia stabil dan dapat diprediksi dalam jangka panjang. Jika sinyal negatif ini tidak segera ditangani, Indonesia berisiko kehilangan momentum industrialisasi yang sedang dibangun,” tandas Maruf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×