kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.861   43,00   0,26%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Pabrik Baterai CATL di Karawang Bakal Beroperasi Semester Pertama Tahun 2026


Kamis, 08 Januari 2026 / 15:30 WIB
Pabrik Baterai CATL di Karawang Bakal Beroperasi Semester Pertama Tahun 2026
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Dok/Kementerian ESDM)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap setelah melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) dari proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium Aneka Tambang alias Antam (ANTM)-IBC-CBL di akhir Juni 2025 lalu, pabrik baterai akan segera diresmikan dan berproduksi pada paruh pertama tahun ini.

"Khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di-groundbreaking oleh bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL direncanakan pada semester I-2026 itu sudah kita resmikan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (8/1/2026).

Untuk diketahui, proyek rakitan baterai kendaraan listrik itu menjadi bagian hilir dari kesepakatan kerja sama CATL bersama dengan Indonesia Battery Corporation (IBC) (bagian dari joint venture Antam), yang belakangan disebut dengan Proyek Dragon.

Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Update Izin NU dan Muhammadiyah Soal Pengelolaan Tambang

Sebelumnya, dalam catatan Kontan, dalam peresmian Bahlil  mengatakan angka resmi investasi dari proyek kerjasama ekosistem baterai electric vechile (EV) adalah sebesar US$ 5,9 miliar atau setara dengan Rp 95,6 triliun (US$ 1 setara dengan Rp 16.200). 

Adapun, dengan investasi sebesar itu, proyek ini akan memiliki kapasitas produksi 15 gigawatt hour (GWh) per tahun. 

Bahlil menyebut, nilai investasi sebesar US$ 5,9 miliar ini akan dibagi ke dua tempat. Yaitu untuk industri hulu di wilayah Maluku Utara senilai US$ 4,7 miliar dan Jawa Barat di kawasan industri senilai US$ 1,2 miliar. 

"Di wilayah Jawa Barat investasinya US$ 1,2 miliar dan yang US$ 4,7 miliarnya itu ada di Maluku Utara," ungkap Bahlil dalam acara peresmian di kawasan industri Karawang, Minggu (29/06). 

"Ekosistem daripada baterai ini, mulai dari prekursor, HPAL, katoda, battery cell, dan RKEF itu di Maluku Utara. Di sini battery cellnya sudah sampai dekat dengan pabrik," tambah Bahlil. 

Selanjutnya: Booming AI Dorong Laba Samsung Melonjak Tiga Kali Lipat ke Rekor Tertinggi

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 8-15 Januari 2026, Sambal Indofood Beli 2 Hemat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×