kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pandemi corona telah mengancam kinerja produksi dan penjualan nikel Indonesia


Sabtu, 21 Maret 2020 / 05:25 WIB
Pandemi corona telah mengancam kinerja produksi dan penjualan nikel Indonesia


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID -

 JAKARTA. Efek gulir dari pandemi Corona telah mengancam kinerja produksi dan penjualan nikel Indonesia. Tak hanya bijih atau ore, Corona juga mengganjal produksi dan penjualan produk olahan nikel yang dihasilkan smelter di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Penambangan Nikel Indonesia (APNI) Meidy Katrin Lengkey mengungkapkan, kondisi saat ini sangat berdampak terhadap para penambang nikel. Produksi ore pun menurun lantaran banyak pelaku usaha yang menahan aktivitas penambangan. Bahkan, kata Meidy, tak sedikit yang sudah memilih untuk menghentikan produksi.

Baca Juga: Wabah corona tak menghambat ekspansi Aneka Tambang (ANTM)

"Minggu lalu saya dari Sulawesi, banyak yang mengeluh Corona. Tidak berani turun ke lokasi (pertambangan). Beberapa perusahaan juga meliburkan sebagian karyawan," kata Meidy saat dihubungi Kontan.co.id, Jum'at (20/3).

Di samping itu, penurunan produksi juga terjadi lantaran permintaan dari smelter domestik juga ikut merosot. Sebab, saat ini para pelaku usaha tak punya pilihan lain untuk memasarkan ore nikel yang sudah ditambang, mengingat pemerintah sudah mempercepat larangan ekspor per 1 Januari 2020 lalu.

Saat ini, produksi smelter domestik juga menurun dengan mempertimbangkan permintaan pasar serta faktor teknis seperti ketersediaan tenaga kerja. "Jadi (Corona) sangat berdampak. Produksi smelter juga kan ikut turun," ujar Meidy.

Selain itu, sambungnya, sejumlah penambang sebenarnya juga sudah menahan produksi ore nikel sebelum merebaknya wabah Corona. Hal tersebut terjadi lantaran setelah ekspor ore ditutup, tata niaga dan harga nikel domestik masih belum diatur. Pasalnya, harga nikel domestik saat ini belum sesuai dengan keekonomian penambang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×