kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pandemi covid-19 berpotensi menggerus bisnis tekstil dan garmen


Senin, 30 Maret 2020 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memproduksi kaos di industri konveksi rumahan di Lesanpuro, Malang, Jawa Timur, Selasa (17/9/2019).


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Industri tekstil dan garmen tak berharap muluk-muluk terhadap pertumbuhan bisnis tahun ini. Pandemi covid-19 harus membuat para produsen bertahan di tengah ketidakpastian pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Dari sisi investasi, Rizal Rakhman, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memastikan bakal ada penundaan.

Baca Juga: Pemkot Jaksel semprot disinfektan di Jalan protokol pakai pesawat tanpa awak

"Pasca imlek dan saat pengumuman wabah ini saya belum melihat ada investasi baru," terangnya kepada Kontan.co.id, Senin (30/3).

Berkaca pada tahun lalu di semester pertama, menurut Rizal sektor industri seperti garmen masih diramaikan dengan ekspansi pabrik pakaian baru. Namun untuk kondisi sekarang pengusaha cenderung bertahan hingga situasi ekonomi stabil kembali.

Pemberlakuan social distancing di tengah masyarakat turut menggerus pasar dan permintaan pakaian. Bahkan untuk pasar ekspor, kata Rizal, ada yang cancel pembelian atau delaying order.

Baca Juga: Akhirnya, pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara ini ditutup karena corona...




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×