kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Panen tiba, harga beras di pasaran bisa turun 5%


Kamis, 07 April 2011 / 10:55 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi kesehatan bahagia tertawa - mulut dan gigi pasangan jiwa lelaki perempuan


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) memperkirakan harga beras bakal melorot hingga 5%, menyusul masuknya musim panen di beberapa sentra beras di Indonesia, seperti di Jawa Barat dan Lampung. Dengan bertambahnya pasokan beras di dalam negeri, harga beras di dalam negeri otomatis bisa turun.

"Mudah-mudahan masih ada sedikit penurunan harga sekitar 5%," kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Aliemoeso di Jakarta, Rabu (6/4).

Menurutnya, harga gabah saat ini cenderung stabil, yakni 10%-15% di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Harga tersebut telah berlangsung selama empat pekan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga beras nasional rata-rata untuk jenis medium sekitar Rp 7.055 per kilogram (kg). Untuk DKI Jakarta, harga beras cukup beragam di beberapa pasar. Misalnya di Pasar Senen harga beras medium sebesar Rp 7.000 per kg, di Pasar Koja Baru seharga Rp 6.500 per kg, di Pasar Minggu sebesar Rp 7.800 per kg dan di pasar Rawamangun Rp 7.000 per kg. (Srihandriatmo Malau/Tribunnews).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×