kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Paragon Karya Perkasa (PKPK) Bidik Produksi Batubara 3 Juta Ton Tahun 2026


Senin, 29 Desember 2025 / 17:41 WIB
Paragon Karya Perkasa (PKPK) Bidik Produksi Batubara 3 Juta Ton Tahun 2026
ILUSTRASI. PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) (Dok/PKPK)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) membidik produksi batubara pada 2026 mencapai 3 juta ton. Target tersebut sejalan dengan kinerja solid anak usaha PKPK, PT Tri Oetama Persada (TRIOP), yang hampir merealisasikan 100% target produksi dan penjualan batubara dalam RKAB 2025 sebesar 1,1 juta ton hingga pertengahan November 2025.

Direktur Utama PKPK Haryanto Sofian menyampaikan, capaian produksi dan penjualan yang nyaris penuh tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan konsolidasi perseroan. Kinerja ini mencerminkan peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional, sekaligus menunjukkan kemampuan produksi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Batubara, Perdana Karya Perkasa (PKPK) Berencana Akuisisi pada 2026

"Kami yakin hasil ini akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan PKPK ke depan dan memperkuat posisi PKPK di industri pertambangan nasional," ujarnya kepada Kontan, Senin (29/12/2025).

PKPK menilai, kinerja TRIOP ditopang oleh penguatan infrastruktur dan sarana pendukung tambang yang dilakukan secara konsisten. Dengan fondasi operasional yang semakin prima, perseroan optimistis dapat melipatgandakan volume produksi dan penjualan batubara pada 2026.

Baca Juga: Mulai 2026, Produksi Migas Digenjot dan Batubara Dikendalikan

Saat ini, TRIOP tengah mengajukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebesar 3 juta ton untuk mendapatkan persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga: Bea Keluar Batubara Berlaku Januari 2026, Penambang Masih Tunggu Aturan Detil

Selanjutnya: Dorong Ekspansi, Alfamidi Gandeng 4.724 UMKM

Menarik Dibaca: 7 Makanan yang Harus Dibatasi Penderita Gula Darah Tinggi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×