kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.805   20,00   0,12%
  • IDX 7.923   -406,88   -4,88%
  • KOMPAS100 1.108   -57,53   -4,94%
  • LQ45 806   -27,29   -3,27%
  • ISSI 278   -19,24   -6,46%
  • IDX30 421   -8,88   -2,07%
  • IDXHIDIV20 505   -4,36   -0,85%
  • IDX80 123   -5,79   -4,48%
  • IDXV30 135   -3,57   -2,57%
  • IDXQ30 137   -1,44   -1,04%

Pasar EV Indonesia Siap Gusur Thailand, Ini Pemicunya!


Senin, 02 Februari 2026 / 18:07 WIB
Pasar EV Indonesia Siap Gusur Thailand, Ini Pemicunya!
ILUSTRASI. Pertumbuhan kendaraan listrik Indonesia melesat 146% per tahun, jauh meninggalkan Thailand. Kapan target melampaui tercapai? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kian agresif dalam dua tahun terakhir.

Laju pertumbuhan tersebut bahkan mulai mendekati Thailand, yang selama ini menjadi rujukan utama pasar kendaraan listrik di kawasan ASEAN.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, menilai tren kendaraan listrik di Indonesia sudah memasuki fase pertumbuhan eksponensial dan tidak lagi bersifat ceruk pasar.

“Pertumbuhan kendaraan listrik berbasis baterai ini sudah bukan lagi sekadar produk eksotik atau niche, tetapi mulai masuk ke industri arus utama,” ujar Rachmat di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Gaikindo Targetkan Penjualan Mobil Tahun 2026 Sebanyak 850.000 Unit 

Ia menjelaskan, secara global pasar otomotif memang cenderung stagnan, namun kendaraan listrik justru mengambil peran yang semakin besar dalam portofolio penjualan.

Di Indonesia, pangsa pasar kendaraan listrik terus membesar seiring bertambahnya pilihan produk dan semakin kompetitifnya harga.

Perbandingan dengan Thailand menunjukkan jarak yang kian menyempit.

Rachmat mengungkapkan, pada 2022 pangsa pasar kendaraan listrik Indonesia masih berada di kisaran 1 persen, sedikit di bawah Thailand yang mencapai 1,3 persen.

Suasana booth Aion di GIIAS 2025

Namun sejak 2023 hingga 2025, pasar kendaraan listrik Indonesia tumbuh rata-rata 146 persen per tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan Thailand yang pertumbuhannya mulai melambat di kisaran 24 persen.

“Market share kendaraan listrik Indonesia saat ini sudah sekitar 12,9 persen, sementara Thailand mulai stagnan. Kalau tren ini berlanjut, kami optimistis Indonesia bisa melampaui Thailand dalam waktu dekat,” kata Rachmat.

Ia menilai lonjakan tersebut tidak lepas dari kebijakan percepatan adopsi kendaraan listrik, termasuk insentif fiskal dan nonfiskal, serta strategi membuka pasar melalui ketersediaan produk yang lebih beragam.

Baca Juga: Tertinggi Sepanjang Sejarah! Ekspor Mobil Indonesia 2025 Tembus 518.000 Unit 

Menurutnya, pada 2023 terjadi titik balik ketika kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau mulai masuk ke pasar domestik.

Selain pertumbuhan penjualan, Rachmat menyoroti pergeseran struktur industri.

Saat ini, pabrikan yang memiliki basis produksi di dalam negeri telah menguasai sekitar 65 persen pangsa pasar kendaraan listrik, meningkat signifikan dibandingkan periode awal adopsi.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga daya saing industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor energi.

Dengan tren pertumbuhan yang masih kuat dan basis industri yang semakin terbentuk, pemerintah melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi pemain utama kendaraan listrik di ASEAN.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa mengalahkan Thailand,” ujar Rachmat.

Selanjutnya: Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Minyak Langsung Anjlok 5%

Menarik Dibaca: Ini 5 Aset Kripto Top Gainers saat Pelemahan Pasar Tak Terbendung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×