kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Pasar genset semakin lesu, begini strategi Sumberdaya Sewatama agar tetap tumbuh


Minggu, 25 Agustus 2019 / 17:00 WIB

Pasar genset semakin lesu, begini strategi Sumberdaya Sewatama agar tetap tumbuh
ILUSTRASI. Pasar genset semakin lesu, begini strategi Sumberdaya Sewatama agar tetap tumbuh


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Elektrifikasi yang dilakukan pemerintah melalui PLN menekan pasar perusahaan genset. Salah satunya, PT Sumberdaya Sewatama, perusahaan penyewaaan genset yang sudah lebih dari 25 tahun melayani pasar.

"Kalau mereka (PLN) punya sendiri mengapa mereka ambil dari luar? Tentunya akan mempengaruhi kita," terang President Director PT Sumberdaya Sewatama Ferry A. Sunandar ketika bertemu Kontan.co.id, Jumat (23/8).

Baca Juga: Sumberdaya Sewatama akan mengajukan proposal restrukturisasi obligasi dan sukuk

Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, selama ini 80% konsumen Sumberdaya Sewatama berasal dari PLN.

Sumberdaya Sewatama juga melayani kustomer lain yang sebagian besar didominasi oleh sektor tambang. Perluasan pelanggan ke konsumen-konsumen non PLN menjadi salah satu langkah Sumberdaya Sewatama untuk terus bertahan di tengah lesunya industri genset.

Adapun genset Sumberdaya Sewatama juga masuk ke sektor perikanan, dan smelter-smelter.

Selain enggan bergantung pada salah satu kustomer, Sumberdaya Sewatama juga tidak mau bergantung pada lini bisnis genset saja. Oleh karenanya, perusahaan saat ini tengah memperkuat lini usaha lainnya, yakni operation and maintanance.

Menurut Ferry, lini usaha ini memiliki potensi sebab pasarnya besar. "Mulai dari perawatan genset-genset kecil, sampai power plant yang besar," katanya lagi. 

Sejauh ini, lini usaha operation and maintanance dari Sumberdaya Sewatama telah merambah daerah-daerah luar Jawa seperti Sumatra dan Kalimantan. Walaupun diakui Ferry, untuk saat ini lini bisnis penyewaan genset masih berkontribusi paling besar terhadap pendapatan.  

Perusahaan juga tengah melirik usaha panel surya. Ferry bilang panel surya mulai bertumbuh beberapa tahun belakangan. Hanya saja kurang populer di pasaran karena biaya pembuatannya yang mahal.

Baca Juga: Dari Genset, Sumberdaya Sewatama Merambah Bisnis Solar Panel


Reporter: Kenia Intan
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×