kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pasar yang stagnan jadi kendala petani jahe


Kamis, 03 Agustus 2017 / 19:02 WIB
Pasar yang stagnan jadi kendala petani jahe


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rencana pemerintah yang ingin mengembalikan kejayaan rempah nasional ditanggapi positif oleh Ketua Asosiasi Petani Jahe Organik (Astajo), Kabul Indarto. Hanya saja, menurutnya pemerintah juga perlu memperluas pasar, supaya hasil produksi petani dapat terserap.

Kabul berpendapat, saat ini pemerintah sudah menyediakan berbagai bibit unggul. Hal tersebut membantu meningkatkan produksi jahe di Indonesia terus meningkat. Hanya saja, sampai saat ini masih banyak jahe petani yang tidak terjual akibat pasar yang tidak tumbuh.

"Produksi tahun ini khususnya jahe gajah meningkat, tetapi yang belum terjual masih banyak. Pemasaran juga harus ditingkatkan lagi," tutur Kabul kepada KONTAN, Kamis (3/8).

Menurut Kabul, saat ini jahe Indonesia hanya diekspor kepada Bangladesh, India, dan Pakistan. Jahe nasional juga masih sulit bersaing dengan pasar internasional, di mana China menawarkan jahe dengan harga yang lebih murah dibandingkan Indonesia.

Selain memperluas pasar, Kabul berpendapat pemerintah perlu menyediakan bibit-bibit yang lebih murah serta memperluas lahan yang dapat ditanami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×