kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.033   -24,00   -0,13%
  • IDX 5.147   149,99   3,00%
  • KOMPAS100 658   26,73   4,24%
  • LQ45 513   24,10   4,93%
  • ISSI 176   4,05   2,35%
  • IDX30 288   14,79   5,41%
  • IDXHIDIV20 378   21,05   5,90%
  • IDX80 76   3,23   4,46%
  • IDXV30 106   4,93   4,90%
  • IDXQ30 95   5,60   6,24%

Paska penurunan harga, load factor Garuda Indonesia naik 27%


Senin, 18 Februari 2019 / 19:08 WIB


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink mencatat kenaikan tingkat keterisian kursi atau load factor paska menurunkan harga tiket sebesar 20%. Sebelumnya, Grup Garuda Indonesia menurunkan harga tiket 20% setelah mendapat tekanan dari masyarakat yang menilai harga tiket pesawat terlampau mahal.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara menjelaskan setelah penurunan harga tiket, Garuda Indonesia mencatat kenaikan tingkat keterisian kursi sebesar 27%. "Untuk Citilink naik 5%," katanya kepada Kontan.co.id pada Senin (18/2).

Adapun secara rata-rata sejak awal tahun ini, Ari belum mengungkapkan seberapa besar tingkat keterisian kursi di Grup Garuda Indonesia. "Tapi tahun lalu seat load factor di 74%," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×