kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Pasokan BBM SPBU Shell Kosong Awal 2026, Ini Kata ESDM


Jumat, 30 Januari 2026 / 16:12 WIB
Pasokan BBM SPBU Shell Kosong Awal 2026, Ini Kata ESDM
ILUSTRASI. SPBU Shell (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merespons belum pulihnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, khususnya jaringan Shell Indonesia. 

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan, secara prinsip SPBU swasta seharusnya sudah dapat mengamankan pasokan BBM, baik melalui impor mandiri maupun bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), apabila menghadapi kendala sumber pasokan.

"Kalau untuk izin impor itu kan prosesnya sudah berjalan. Itu kan kemarin itu, seharusnya SPBU swasta itu kan sudah bisa melaksanakan proses apakah sendiri ataupun itu kalau memang belum mendapatkan sumber, itu kan bekerja sama dengan Pertamina,” ujar Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (30/1/2026).

Menurut Yuliot, pemerintah tetap mendorong sinergi antara Pertamina dan badan usaha swasta agar ketersediaan BBM di dalam negeri tetap terjaga. Ia mengakui kondisi pasokan di SPBU swasta menjadi bahan evaluasi pemerintah ke depan.

Baca Juga: Kelangkaan BBM di SPBU, Ini Jawaban dari Shell Indonesia

“Tetap kita usahakan sinergi bagaimana ketersediaan BBM baik oleh Pertamina maupun oleh Badan Usaha, itu bisa tetap itu berjalan. Itu mungkin hal yang perlu kita evaluasi kembali ,” katanya.

Sebelumnya, Kontan mencatat pasokan BBM di jaringan SPBU Shell Indonesia masih belum pulih. Hingga Jumat (30/1/2026), sejumlah SPBU Shell terpantau belum menyediakan bensin RON 95 atau V-Power maupun RON 98 atau V-Power Nitro+ di seluruh jaringannya. Sementara itu, ketersediaan BBM RON 92 atau Shell Super juga masih terbatas dan hanya tersedia di enam SPBU Shell di wilayah Jabodetabek.

Kondisi tersebut berbeda dengan jaringan SPBU BP-AKR yang pasokan BBM-nya mulai kembali normal. Seluruh varian BBM BP-AKR, mulai dari bensin RON 92 (BP 92), RON 95 (BP Ultimate), hingga BP Ultimate Diesel, terpantau sudah tersedia.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan, perusahaan masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM untuk periode 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Stok BBM SPBU Swasta Normal, Harga Shell–BP–Vivo Kompak Naik per Desember 2025

Namun, Ingrid belum memastikan apakah Shell Indonesia telah merealisasikan impor BBM dengan kuota 2026 atau masih menunggu terbitnya rekomendasi impor tersebut.

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” ujar Ingrid kepada Kontan, Kamis malam (29/1/2026).

Ingrid optimistis pasokan BBM di jaringan SPBU Shell dapat kembali terpenuhi dalam waktu dekat seiring dukungan pemerintah terhadap kegiatan usaha perusahaan.

“Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami,” katanya.

Baca Juga: Shell Terus Diskusikan Peluang Impor Minyak demi Jaga Pasokan BBM di SPBU

Selanjutnya: Menteri Pertahanan Korea Selatan dan Jepang Sepakat Meningkatkan Kerja Sama

Menarik Dibaca: Hujan Petir Dini Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (31/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×