kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pebisnis mamin siap mengecap manisnya ramadan


Senin, 17 April 2017 / 05:45 WIB


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Produsen minuman seperti PT Singa Mas Indonesia percaya diri dengan bisnisnya jelang ramadan ini. Lantaran bulan Mei jelang lebaran sudah masuk musim kemarau atau panas, dimana kecenderungan konsumen memilih minuman dingin.

“Kami optimis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Ready To Drink (RTD) penjualannya bisa naik 2-3 kali lipat,” sebut Public Relations & Marketing Event Manager PT Singa Mas Indonesia Santo Kadarusman kepada KONTAN, Sabtu (15/4).

Bahkan Singa Mas sudah meluncurkan produk baru air mineral 1500 ml dan minuman rasa fuitamax varian rasa manga dan nenas. Produksi juga bakal ditingkatkan, varian ditambah guna antisipasi lonjakan karena produknya diklaim suka dibuat isi parcel.

Sementara itu, PT Garudafood Jaya biasanya menuai peningkatan penjualan 20 persen di bulan puasa disbanding bulan biasa. Namun Ramadan tahun ini produsen yang terkenal dengan produk biskuitnya itu ingin menargetkan lebih.

“Dibandingkan tahun lalu kita naikkan target 5 persen selama peak season nanti,” sebut Head of Corporate Communication Dian Astriana saat dihubungi KONTAN.

Untuk itu, GarudaFood bakal terus melakukan kegiatan promosi di berbagai tempat. Kata Dian, untuk stok barang Ramadan perusahaannya sudah mendisribusikan sejak Maret lalu.

Saat ini GarudaFood menempatkan produk biscuit dalam kemasan toples lastik dan kaleng sebagai andalan ketika Ramadan datang dan jelang lebaran tiba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×