kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Pegawai mogok, peti kemas mulai menumpuk di JICT


Rabu, 25 Mei 2011 / 22:26 WIB
ILUSTRASI. 5 Cara efektif mengambil keputusan ala bos Amazon, Jeff Bezos. 7/03/2017. REUTERS/Joshua Roberts/File Picture


Reporter: Mia Winarti Syaidah |

JAKARTA. Sebanyak 1.000-1.250 kontainer impor menumpuk di terminal Jakarta International Container Terminal (JICT). Penyebabnya, pegawai terminal peti kemas menolak melakukan pengangkutan sejak Jumat 19 Mei lalu.

Penolakan bongkar muat itu dipicu oleh tuntutan Serikat Pekerja (SP) JICT yang meminta agar manajemen dan Pelindo II selaku pemegang saham di JICT memutuskan kontrak kerjasama dengan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PT Graha Segara.

Humas Pelindo II Hambar Suyadi mengatakan serikat pekerja JICT tidak mengangkut peti kemas impor melalui jalur merah sejak Jumat (19 Mei). Hal ini menyebabkan penumpukan 1.000-1.250 kontainer. Per harinya terdapat 200-250 kontainer di jalur itu.

"Kami menyesalkan sikap serikat pekerja JICT karena aksi mogok ini menyebabkan penumpukan peti kemas yakni 1.000 kontainer tidak diperiksa, sehingga sangat mengganggu arus peti kemas di Tanjung Priok," kata Direktur Utama PT Pelindo II, RJ. Lino Rabu (25/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×