kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.822   -6,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Pelaku industri kompak memangkas anggaran 2020


Senin, 18 Mei 2020 / 04:10 WIB
Pelaku industri kompak memangkas anggaran 2020


Reporter: Agung Hidayat, Anggar Septiadi, Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina

Sektor keuangan


Tak hanya sektor riil, sektor keuangan juga berjibaku menghadapi ketatnya likuiditas. Bisa dimaklumi, kredit mereka tak mungkin berkembang tanpa ada ekspansi perusahaan. Alih-alih tambahan kredit, pandemi Covid-19 justru mengerek risiko kredit macet (NPL) perbankan. Selama kuartal I 2020, NPL gross PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 4,91% atau lebih tinggi ketimbang kuartal I tahun lalu 2,92%.


Biarpun sudah menaikkan rasio pencadangan hingga 105,7% pada kuartal I tahun ini atau naik sekitar dua kali lipat ketimbang histori rasio sebelumnya, BTN tetap saja harus realistis. Dalam paparan daring, Jumat (15/5), Direktur Utama BTN Pahala N. Mansury mengaku tidak akan mampu merealisasikan target awal 2020.


PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pun tak kuasa bertahan. Proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini berkurang dari target awal 11% menjadi 5%. Margin bunga bersih (NIM) yang sebelumnya 6,8% kini 5,5%. "Namun saat ini belum kami finalisasi revisinya karena awal Juni baru akan kami sampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tutur Haru Koemahargyo, Direktur Keuangan BRI saat paparan daring, Kamis (14/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×