kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pelatihan Pengelolaan Usaha Diharapkan Mampu Mendorong Daya Saing UMKM


Jumat, 03 Juli 2026 / 21:04 WIB
Pelatihan Pengelolaan Usaha Diharapkan Mampu Mendorong Daya Saing UMKM
ILUSTRASI. Belanja di Warung Kelontong (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Penguatan kapasitas pelaku usaha mikro dinilai menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar produk lokal. Melalui peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan bisnis secara lebih berkelanjutan.

Sebanyak 200 pelaku usaha di Kabupaten Garut mengikuti Program Sakola Ngawarung. Peserta terdiri atas 175 pemilik warung kelontong dan 25 pelaku UMKM Wirahebat binaan Pemerintah Kabupaten Garut.

Program kerjasama Yayasan Senyum Untuk Negeri, Pemerintah Kabupaten Garut, Sampoerna Entrepreneurship Training Center, dan Sampoerna Retail Community (SRC) tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro. Selain itu memperkuat daya saing warung kelontong, serta memperluas peluang pemasaran produk UMKM lokal.

Baca Juga: Givaudan Investasi Rp 1,1 Triliun di Cikarang, Siap Serap Hingga 400 Tenaga Kerja

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi manajemen toko dan pengelolaan keuangan, meliputi strategi penataan barang, pengelolaan inventori, pencatatan arus kas harian, hingga perhitungan break even point (BEP).

Selain pelatihan, produk UMKM Wirahebat juga diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar. Produk-produk tersebut akan melalui proses kurasi untuk berpeluang dipasarkan di Pojok Lokal Warung Mitra SRC.

Wakil Bupati Kabupaten Garut, Luthfianisa Putri Karlina berharap, program ini tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata. Namun  langkah awal lahirnya UMKM yang semakin tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing.

"Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas usaha, memperluas pasar, serta membangun jejaring antarpelaku usaha yang mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian Kabupaten Garut," imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×