kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.982   23,00   0,13%
  • IDX 5.977   74,46   1,26%
  • KOMPAS100 795   12,30   1,57%
  • LQ45 602   12,18   2,07%
  • ISSI 204   2,32   1,15%
  • IDX30 343   7,34   2,19%
  • IDXHIDIV20 424   10,31   2,49%
  • IDX80 90   1,60   1,81%
  • IDXV30 113   2,03   1,83%
  • IDXQ30 110   2,72   2,53%

Pelayaran Tamarin berniat beli kapal dan akuisisi perusahaan


Rabu, 08 Agustus 2018 / 17:49 WIB
ILUSTRASI. RUPS PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk


Reporter: Nur Pehatul Janna | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna mengembangkan lini usaha, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) berencana membeli kapal tambahan dan mengakuisisi perusahaan sejenis pada kuartal IV-2018.

Leo A Tangkilisan, Sekertaris Perusahaan Pelayaran Tamarin mengatakan, rencana ini sudah disiapkan sejak lama, hanya saja ada beberapa faktor yang mengharuskan proyek tersebut tertunda. “Untuk tahun ini kami masih pesimistus bisa mendapatkan untung, karena mengubah kinerja menjadi positif harus dilakukan pembelian kapal ataupun mengoptimalkan dua kapal kami yang masih menganggur,” ujarnya.

Menurutnya, Pelayaran Tamarin kini sedang giat dalam mengikuti tender, dan jika beruntung rencananya pembelian kapal dan akuisisi perusahaan dapat dilakukan pada kuartal IV-2018.

“Dalam tender itu ada spesifikasi kapal yang diminta dan salah satunya kapal dengan kapasitas 300 pax karena permintaannya seperti itu, sementara kami hanya punya dua kapal dengan kapasitas 200 pax di antaranya kapal Petroleum Charlie dan Petroleum Winners. Otomatis kami harus melakukan pembelian,” ujarnya.

Ditanya soal nilai kapal, Leo enggan buka-bukaan. Hanya saja, ia mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap negoisasi baik dari pemilik aset dan perbankan.

“Masih dibicarakan, tapi untuk pendanaan semua baik pembelian kapal maupun akuisisi itu semua dari pinjaman bank. Kalaupun dari bank nantinya tidak mencukupi tidak menutup kemungkinan kami akan mengadakan rights issue,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×