kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Pembangkit EBT yang beroperasi dari 70 PPA yang diteken 2017 masih minim


Kamis, 25 Januari 2018 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. PLTB SIDRAP


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berusaha meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Sepanjang tahun lalu, Kementerian ESDM mencatat terdapat 70 penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) Pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power Producer (IPP).

Namun hingga awal tahun 2018, baru satu pembangkit yang berhasil beroperasi. Menteri ESDM, Ignasius Jonan bilang, dari 70 pembangkit listrik EBT yang ditandatangani kontraknya tahun lalu, memang baru terdapat satu pembangkit listrik EBT yang beroperasi.

Selain itu, ada juga 17 pembangkit listrik EBT yang sedang dalam tahap konstruksi. Sementara sisanya sebesar 52 pembangkit masih dalam tahap penyelesaian financial closing.

"Kami terus monitor financial closing-nya dan terus lakukan komunikasi dengan pengembang IPP dan PLN," kata Jonan dalam Rapat Kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (25/1) .

Berdasarkan Kementerian ESDM, pada tahun lalu terdapat penandatanganan 70 pembangkit listrik EBT. Total kapasitas mencapai 1.214,16 Megawatt (MW).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×