kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Pembangkit EBT yang beroperasi dari 70 PPA yang diteken 2017 masih minim


Kamis, 25 Januari 2018 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. PLTB SIDRAP


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berusaha meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Sepanjang tahun lalu, Kementerian ESDM mencatat terdapat 70 penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) Pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) antara PT PLN (Persero) dengan Independent Power Producer (IPP).

Namun hingga awal tahun 2018, baru satu pembangkit yang berhasil beroperasi. Menteri ESDM, Ignasius Jonan bilang, dari 70 pembangkit listrik EBT yang ditandatangani kontraknya tahun lalu, memang baru terdapat satu pembangkit listrik EBT yang beroperasi.

Selain itu, ada juga 17 pembangkit listrik EBT yang sedang dalam tahap konstruksi. Sementara sisanya sebesar 52 pembangkit masih dalam tahap penyelesaian financial closing.

"Kami terus monitor financial closing-nya dan terus lakukan komunikasi dengan pengembang IPP dan PLN," kata Jonan dalam Rapat Kerja Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI, Kamis (25/1) .

Berdasarkan Kementerian ESDM, pada tahun lalu terdapat penandatanganan 70 pembangkit listrik EBT. Total kapasitas mencapai 1.214,16 Megawatt (MW).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×